Anggota Dewan perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah, Drs Syamsul Hadi mengatakan, dampak kemarau tidak hanya menyebabkan kabut asap, namun dapat mengacam rawan pangan akibat daerah aliran sungai (DAS) menjadi surut. <p style="text-align: justify;"><br />"Pada musim kemarau sulit mendistribusikan sembilan bahan pokok (Sembako) ke daerah pedalaman provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Karena air sungai surut dan kapal tidak bisa berlayar," kata Syamsul Hadi, di Palangka Raya, Senin.<br /><br />Menuruti juru bicara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kalteng, selain kabut asap, dampak musim kemarau menyebabkan arus transportasi penghubungkan beberapa daerah di pedalaman menghadapi kendala.<br /><br />"Jalur transportasi tradisional ditempuh mengunakan DAS sudah pasti sangat sulit dilalui, karena kekeringan. Akibatnya bisa menyebabkan rawan pangan di daerah pedalaman? ujarnya.<br /><br />Diutarakannya, pemerintah provinsi (Pemprov) Kalteng harus menangani pemasalahan ini dengan serius, karena Sembako adalah sumber utama kebutuhan masyarakat dan wujud kependulian pemerintah daerah untuk mensejahterakan masyarakat.<br /><br />"Terutama sekali pendistribusian sembako, hendaknya jangan sampai tersedat, akibat transportasi jalur air tidak lancar. Seperti pengalaman kita beberapa waktu lalu, mengigatkan kita di beberapa daerah pendalaman mengalami rawan pangan. Semoga hal serupa tidak terjadi lagi pada musim kemarau tahun ini," terangnya.<br /><br />Dijelaskannya, selain masalah transportasi air di musim kemarau, pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota se Kalteng, bisa memperketat pengawasan agar tidak terjadinya kebakaran, karena pengalaman beberapa waktu lalu, Kalteng disebut pengimpor asap ke sejumlah daerah di Indonesia termasuk ke negara tetangga Malaysia.<br /><br />"Pemerintah daerah sudah mempunyai langkah-langkah untuk mencegah maupun penangulangan bencana kebarkaran terlebih lagi bagaimana menyadarkan serta melibatkan secara langsung masyarakat di sekitar titik bahkan daerah rawan bencana kebakaran," tegasnya.<br /><br />Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kalteng, Hengky mengatakan, pihaknya belum menerima adanya kesulitan dalam penyaluran Sembako ke daerah hingga pedalaman Kalteng dari kabupaten se Kalteng.<br /><br />"Saat ini penyaluran Sembako tidak ada masalah, lancar-lancar saja. Begitu juga harga dipasaran tidak ada kenaikan yang melonjak. Kami jamin pada bulan suci Ramadhan dan menjelang lebaran distribusi maupun harga Sembako tidak naik dan tetap stabil," tandasnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>














