Kemarau Panjang, Petani Gagal Panen

oleh

Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat membuat sejumlah petani mengeluh. Kawasan sawah sebagai sumber penghasil padi juga dilanda kekeringan. <p style="text-align: justify;">Sejumlah petani khawatir kemarau akan berimbas terhadap gagal panen. Petani pun hanya bisa pasrah menerima kondisi iklim dan berharap Pemkab Sekadau membantu mengatasi persoalan ini.<br /> <br />“Persawahan ini sudah ada sejak transmigrasi masuk ke SP 1 Merbang. Kondisi cuaca sangat mempengaruhi hasil panen para petani disini (SP 1 Merbang). <br /><br />Terkendala nampaknya panen kali ini, semua ini karna air tidak adanya irigasi. Semoga dengan presiden baru terpilih, kedepan lebih memperhatikan Pertanian,” ujar Lasio seorang petani sawah di SP I Merbang, Desa Kecamatan Belitang Hilir,Kamis (7/8/2014) lalu.<br /> <br />Persoalan irigasi, lanjut Lasio sudah berapa sudah disampaikan ke anggota DPRD Sekadau. Tapi belum mendapat tanggapan tentang irigasi. Lasio sedikit kesal karena persoalan irigasi di perwasahan belum dapat diakomodir pembangunannya. <br /> <br />“Kalau soal irigasi bidang pertanian memang susah ya, sampais sekarang belum banyak irigasi di sawah kami. Tapi kalau bangunan, itu cepat tak perlu dua kali kita kabari tetap ada cara dan celah bisa dibangun,” kata Lasio.<br /> <br />“Kalau semuanya (infastruktur irigasi) ada disediakan dan hasil pertanian tidak bisa mencapai target, nah itu salahkan petani. Tapi kalau musim kemarau seperti ini dan tidak ada cadangan air, bagaimana padai bisa tumbuh. Di Merbang ada 200-an hektar lahan milik petani ini sebagai tempat para petani hidup,” ujarnya.<br /><br />Desa Merbang, Kecamatan Belitang Hilir salah satu Desa penghasil beras. dengan luas 220 Ha lahan sawah basah, pertahun mampu menghasilkan 1.740 Ton gabah kering.<strong> (mto/das)</strong></p>