Home / Tak Berkategori

Kematian Ibu di Kalbar, Lampaui Angka Kematian Nasional

- Jurnalis

Senin, 13 Februari 2012 - 11:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Kapuas Hulu A.M Nasir, SH mengatakan bahwa angka kematian ibu di Kalimantan Barat saat ini cukup tinggi hingga melampaui agka kematian nasional, yaitu 403/100.000 kelahiran hidup, AKB 46/1.000 kelahiran hidup, angka kematian balita 59/1.000 kelahiran hidup. <p style="text-align: justify;">“Jadi kondisi Kalimantan Barat untuk angka kematian ibunya cukup tinggi melampaui angka kematian nasional,” ungkapnya ketika membuka Musyawarah Cabang Ikata Bidan Indonesia Cabang Kapuas Hulu, di Aula Kantor Bupati, Senin (13/02/2012). <br /><br />Menurut Nasir bahwa pembangunan kesehatan pada saat ini  telah berhasil meningkatkan status kesehatan masyarakat. Secara Nasional pada periode 2004 sampai dengan tahun 2007 terjadi penurunan  Angka Kematian Ibu (AKI), dari 307 per 100.000 kelahiran hidup, dan Angka Kematian Bayi (AKB) dari 35 per. 1.000 kelahiran hidup menjadi 34 per 1.000 kelahiran hidup. Namun kata Nasir keberhasilan tersebut masih perlu ditingkatkan mengingat AKI dan AKB di Indonesia masih cukup tinggi dibandingkan dengan Negara Asean lainnya.<br /> <br />Sementara itu dijelaskan Nasir, bahwa untuk di Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 20011 telah mampu menekan jumlah kematian Ibu menjadi  7 orang dan kematian bayi 20 orang, untuk pencapaian program kesehatan ibu dan anak secara kebupaten mencapai target, cakupan kunjungan ibu hamil 4 kali 100,50 persen dari target 84 persen, persalinan Nakes 97,41 persen dari target 84 persen kunjungan nifas 88, 79 persen dari target 84 persen kunjungan neonatal 90,85 persen dari target 80 persen. <br /><br />Tidak hanya itu, menurut Nasir bahwa keberhasilan-keberhasilan pembangunan kesehatan di Kabupaten Kapuas Hulu terutama kesehatan ibu dan anak tersebut dimungkinkan karena Pemerintah Daerah terus melakukan langkah-langkah antara lain membangun Poskesdes agar setiap desa terdapat sarana pelayanan kesehatan, peningkatan Polindes menjadi Poskesdes yag mampu melayani obstetric neonatal emergensi dasar atau poned. <br /><br />“Pembangunan sarana kesehatan tersebut disertai dengan penempatan petugas kesehatan terutama disertai dengan penempatan petugas kesehatan terutama tenaga bidan baik sebagai PNS maupun tenaga bidan yang berstatus Pegawai Tidak Tetap (PTT),” pungkasnya. <strong>(phs)</strong></p>

Berita Terkait

Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK
IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi
108 Pengendara Ditilang, Polres Melawi Akui Penertiban Knalpot Brong Belum Maksimal
Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya
Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang
Pemkab Sintang Terus Perbaiki Mutu Pendidikan, Ajak Penguatan Peranan Orangtua
Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara Sampaikan Ucapan Selamat Hari Pers Nasional 2026
DPC Gerindra Barito Utara Bagikan 400 Kupon LPG 3 Kg Bersubsidi di Muara Teweh

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:29 WIB

Dukung Laporan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel, Seluruh Pejabat Perangkat Daerah Diminta Tidak Dinas Luar Selama Pemeriksaan BPK

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:38 WIB

IPM Masih Tertahan, Lingkungan Tergerus: Program METAL Disiapkan Jadi Jalan Baru Pembangunan Melawi

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:26 WIB

108 Pengendara Ditilang, Polres Melawi Akui Penertiban Knalpot Brong Belum Maksimal

Selasa, 10 Februari 2026 - 15:12 WIB

Pemkab Sintang Akan Data Orang Miskin, Lengkap Dengan Nama dan Alamatnya

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:36 WIB

Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Berita Terbaru

Sintang

Wabup Sintang Hadiri Musrenbang Dapil 3 di SMKN 1 Sintang

Selasa, 10 Feb 2026 - 14:36 WIB