Home / Tak Berkategori

Kembangkan Ekowisata Menjadi Bisnis Masyarakat

- Jurnalis

Senin, 6 Februari 2012 - 11:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dalam pengembangan ekowisata mesti dapat bermanfaat bagi masyarakat setempat, dan sesungguhnya pengembangan ekowisata tersebut merupakan bisnis yang dilakukan langsung oleh masyarakat dalam mengelola potensi wisata yang ada, salah satunya yang ada di Rumah Betang Sungai Uluk Palin, pasalnya melalui pengembangan ekowisata dapat memupuk semangat masyarakat untuk mengali budaya adat istiadat yang ada dan memiliki nilai jual tinggi di mata dunia. <p style="text-align: justify;">Demikian dikatakan Hermas dari Komunitas Pariwisata Kapuas Hulu (Kompakh) pada acara sosialisasi pengembangan ekowisata yang dilaksanakan pada Minggu (05/02/2012)  di Rumah Betang Desa Sungai Uluk Palin. <br /><br />“Mau tidak mau, suka tidak suka harus Kita terima kenyataan bahwa Rumah Betang Sungai Uluk Palin ini menyimpan banyak keunikan budaya yang tidak dimiliki oleh daerah lain, dan keunikan inilah yang sudah dikenal hingga mendunia, Kita harus bangga akan hal itu, tinggal bagaimana caranya masyarakat  bisa merasaka manfaat dengan wisata ini, oleh karenanya dikembangkanlah ekowisata yang harus dipahami oleh masyarakat,” jelasnya. <br /><br />Dikatakan Hermas, bahwa untuk mengembangkan ekowisata yang benar-benar dirasakan masyarakat manfaatnya, memaka waktu yang cukup panjang, tidak semerta-merta bisa dirasakan, oleh karenanya mesti terus dilakukan pembinaan serta memupuk tingkat kesadaran masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan untuk mendukung pengembangan ekowisata. <br /><br />Tidak hanya itu Hermas juga berharap agar seluruh masyarakat yang ada di Desa Sungai Uluk Palin untuk dapat mengubah pola pikir untuk mengembangakan potensi wisata yang ada, sebab tanpa disadari bahwa Sungai Uluk Palin sudah terkenal hingga ke Mancan Negara. <br /><br />“Yang perlu diperhatikan itu kesiapan masyarakat itu sendiri terutama kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan keramahan terhadap lingkungan sehingga bisa menarik perhatian orang luar, jangan sampai Betang kebanggan Kita ini terkenal dengan kekumuhannya,” tandas Hermas.<strong> (phs)</strong></p>

Berita Terkait

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi
Pemkab Malinau Gelar Ibadah Syukur Tahun Baru 2026, Bupati Ajak Perkuat Persatuan dan Pelayanan
30 Lansia di Tarakan Diwisuda, Wawali Ibnu Saud: Tua Hanyalah Angka
Peringatan Bulan K3 Nasional, Wagub Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja
Komisi III DPRD Melawi Desak Investigasi Perusahaan Sawit Nakal, Lahan Warga di HGU Harus Dikeluarkan
Bupati Shalahuddin Pimpin Apel Pagi di Dinas PERKIMTAN, Tekankan Peningkatan Kinerja 2026
Pastikan Pelayanan dan Distribusi Air Lancar, Komisi III DPRD Melawi Kunjungi PDAM Tirta Melawi
Wabup Sintang Dorong Pembangunan TPS Baru di Jerora Satu

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:30 WIB

BBM Langka, Harga Eceran Tembus Rp30 Ribu per Liter — Warga Panik, DPRD Soroti Dugaan Permainan Distribusi

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:14 WIB

Pemkab Malinau Gelar Ibadah Syukur Tahun Baru 2026, Bupati Ajak Perkuat Persatuan dan Pelayanan

Kamis, 12 Februari 2026 - 21:09 WIB

30 Lansia di Tarakan Diwisuda, Wawali Ibnu Saud: Tua Hanyalah Angka

Kamis, 12 Februari 2026 - 20:09 WIB

Peringatan Bulan K3 Nasional, Wagub Tegaskan Pentingnya Keselamatan Kerja

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:25 WIB

Komisi III DPRD Melawi Desak Investigasi Perusahaan Sawit Nakal, Lahan Warga di HGU Harus Dikeluarkan

Berita Terbaru