Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) akan memberikan bantuan sebesar Rp20 juta, yang dialokasikan untuk 425 taman bacaan masyarakat (TBM) di seluruh Indonesia pada tahun ini. <p style="text-align: justify;">"Silahkan untuk diambil kesempatan emas, karena di Indonesia baru ada 6.004 TBM di desa, padahal jumlah desa 72 ribu, idealnya di satu desa satu TBM nonperpustakaan, jadi masih kurang 66 ribu," kata Ketua Forum TBM Indonesia, Heri Hendrayana Harris yang lebih dikenal dengan sebutan Gola Gong, di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Ia mengimbau untuk menggalakkan TBM, perlu agar di rumah dibangun perpustakaan dengan memanfaatkan ruangan yang ada, sehingga gerakan sosialisasi membaca bisa menyebar ke lingkungan sekitar yang dimulai dari dalam rumah terlebih dulu.<br /><br />Menurutnya, akan lebih bagus lagi, apabila perpustakaan yang dibuka di rumah, dapat diakses bagi masyarakat miskin terutama yang memiliki minat baca tinggi akan tetapi tidak mampu membeli buku.<br /><br />Pemberian dana program TBM Penguatan Keaksaraan, untuk menyediakan, memperluas dan memeratakan akses TBM sehingga menjangkau dan memberikan layanan peningkatan keberaksaraan dan memberdayakan masyarakat.<br /><br />Gola Gong mengungkapkan, TBM bisa berada di garda depan pemberantasan buta aksara dan menumbuhkan minat baca karena mudah diakses masyarakat, tidak eksklusif, dan membumi.<br /><br />Dengan keberadaan TBM, warga setempat dapat mengakses berbagai referensi, sekaligus menjadi wadah bagi komunitas untuk beraktivitas sesuai karakter dan potensi daerah tersebut.<br /><br />Diakuinya, TBM yang ada masih perlu difasilitasi untuk berbagai praktik cerdas dan terbaik pengelolaan sehingga dapat dikelola secara lebih kreatif dan profesional.<br /><br />Pendiri rumah dunia ini menuturkan, dengan gerakan gempa literasi akan muncul kesadaran membaca atau mati, kalau dulu merdeka atau mati melawan kolonial, sedangkan sekarang yang dilawan itu kebodohan.<br /><br />Kalau gempa menghancurkan tektonik dan vulkanik, sedangkan gempa literasi membangunkan peradaban baru atau menghancurkan kebodohan, tegasnya.<br /><br />Sastrawan, novelis, dan penulis skenario film yang pada tahun ini menulis "Tiga Ombak" , mengungkapkan, bundel novelet tersebut hadir karena kebutuhan dalam rangka mengumpulkan dana untuk membebaskan tanah taman budaya rumah dunia seluas 1.800 m2, harga tanah Rp200 ribu per meter per segi.<br /><br />Rumah dunia merupakan sebuah komunitas nirlaba yang bernaung di yayasan pena dunia, yang diniatkan sebagai pesantren kebudayaan yang memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada siapa pun untuk membangun manusia dan masyarakat yang cerdas, mandiri, kritis, demokratis serta berbahagia.<br /><br />Komunitas ini bekerja pada bidang pendidikan, pengembangan jaringan informasi, penerbitan, dokumentasi dan ekspresi budaya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














