Kemenag Laksanakan Upacara HAB Ke-71

oleh

Kementerian Agma (Kemenag) Melawi melaksanakan upacara Hari Amal Bakti (HAB) Nasional ke 71 tahun 2017. Upacara yang dipimpin langsung Bupati Melawi, dan dihadiri Sekda Melawi, para kepala KUA, guru agama serta yang lainnya. <p style="text-align: justify;">Pada kesempatan itu, Panji membacakan sambutan Kementerian Agama RI. Dimana didalamnya Ia mengatakan bahwa agama tidak dapat dipisahkan dari kehidupan bangsa dan negara. Semangat dan motivasi keagamaan adalah sumber kekuatan dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kedaulatan nasional, dan menjaga keutuhan NKRI. <br /><br />Agama mendapatkan kedudukan terhormat dalam tata kehidupan masyarakat, sehingga dijadikan sebagai salah satu sumber pembentukan hukum nasional. Agama menjadi ruh kehidupan kebangsaan, sesuai dengan dasar Ketuhanan Yang Maha Esa. <br /><br />"Penegasan Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai falsafah dasar kehidupan bernegara pada Pembukaan dan Batang Tubuh Undang-Undang Dasar 1945 mengandung makna bahwa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara kita senantiasa memerlukan tuntunan Tuhan. Prinsip fundamental tersebut mengamanatkan supaya ajaran dan nilai-nilai agama diperankan sebagai pemberi arah sekaligus mendasari kehidupan kebangsaan kita yang ber-motto Bhinneka Tunggal Ika," ucapnya. <br /><br />Sejalan dengan tema Hari Amal Bakti Kementerian Agama ke-71 tahun 2017 yaitu “Bersih Melayani” dan motto “Lebih Dekat Melayani Umat”, Panji berharap peringatan ulang tahun Kementerian Agama ini semakin memperkuat komitmen kita semua terhadap integritas dan etos kerja sebagai pelayan masyarakat dan pengayom semua umat beragama.<br /><br />"Seluruh jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama harus senantiasa mengembangkan wawasan serta meningkatkan ketrampilan dan kesigapan dalam bertugas. Ego sektoral, sektarianisme, dan sejenisnya harus disingkirkan dari lingkungan kerja Kementerian Agama. Kita harus bersikap sebagai agamawan sekaligus negarawan yang menempatkan kepentingan umat dan bangsa di atas kepentingan pribadi dan kelompok. Di tengah cepatnya perubahan sosial dan pesatnya teknologi informasi, kita juga harus menjadi pelayan publik yang dapat diandalkan," paparnya membacakan sambutan menteri itu. <br /><br />Sementara itu, Kepala Kemenag Melawi, H. Rohadi mengatakan, peringatan HAB ini diharapkan para aparatur Kemenag bisa memperbaiki pelayanan publik. Dimana untuk pembaiki pelayanan juga dilakukan penandatangan zona integritas. Bahkan dengan adanya zona integritas tersebut, para pegawai bersih melayani dan bebas korupsi.<br /><br />"Jadi untuk pegawai ASN kita, pola-pola lama itu dihilangkan. Terutama yang berkenaan dengan pelayanan pernikahan dan haji serta lembaga pendidikan dan lainnya. Kemudian pegawai kita dituntut untuk disiplin, karena juga sudah ada tunjangan kinerja. Sehingga pegawai wajib masuk tepat waktu, begitu juga istirahat dan pulang harus tepat waktu," paparnya.<br /><br />Displin, lanjutnya, itu sangat ditekankan sekali. Karena Kemenag Melawi nantinya juga masuk zona integritas, jadi harus dipersiapkan semuanya. Mulai dari tim zona integirutas, pegawainya serta nilai-nilai pengungkitnya. <br /><br />"Nilai pengungkit misalnya, adanya nilai keagamaan, seperti pembinaan dan lainya," katanya.<br /><br />Begitu juga dengan hal-hal yang berkaitan dengan korupsi dan pungli, juga harus dilakukan pemasangan spanduk dan penindakan tegas jika yang terlibat. Hal itu merupakan bagian dari nilai pengungkit zona integritas kita. <br /><br />Terkait persiapan zona integritas, Kemenag Melawi juga melakukan pembinaan terhadap pewagainya.<br /> <br />"Kami juga melakukan pembinaan kepada aparatur Kemenag Melawi terkait integritas dengan melakukan penandatangan kesepakatan bersama integritas," ucapnya. (KN)</p>