Kemenag : Lulusan MAN Harus Pintar, Santun Dan Terampil

Kepala kementrian agama kabupaten Sintang H.Romli mengharapakan agar lulusan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sintang tampil mnejadi generasi yang pintar, santun dan terampil. Hal ini disampaikanya saat melakukan perpisahan siswa kelas XII di aula MAN Sintang, Sabtu (28/04/2012) pagi tadi. <p style="text-align: justify;">“MAN Sintang ini adalah sekolah plus. Karena selain belajar pelajaran umumnya, siswanya juga mendapatkan pelajaran agama yang lebih baik. Oleh karena itu lulusan MAN Sintang harus menjadi generasi yang bisa tampil beda di masyarakat, yaitu generasi yang pintar, santun dan terampil,”ujarnya. <br /><br />Lebih lanjut, H.Romli mengatakan bahwa pada dasarnya perkembangan seorang anak sangat dipengaruhi oleh lingkungannya. Baik lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan pendidikan. Akan tetapi menurutnya ada hal mendasar yang dimiliki oleh seorang anak yang akan menentukan bagaimana ia dimasyarakat kelak. <br /><br />“Hal yang mendasar itu adalah karakter atau kepribadian yang dibawa atau dimiliki oleh anak tersebut,”katanya.<br /><br />Pria yang pernah menempati posisi sebagai Kepala MAN Sintang ini juga mengatakan bahwa dalam pendidikan diambil dan diaplikasikan teori kompetensi. Dalam proses belajar, akan terlihat sejauh mana lingkungan bisa mempengaruhi kepribadian seorang anak. <br /><br />“Ada tiga hal yang penting dalam setiap pribadi manusia yang menentukan bagaimana ia hidup dan bersikap di tengah masyarakat. Tiga hal tersebut adalah domain knowledge, domain psikomotorik dan domain afektif,”ujarnya.<br /><br />H.Ramli juga mengingatkan para orang tua untuk lebih bijak dalam mendidik anak, khususnya di usia-usia siswa Aliyah. Sebab diusian tersebut menurutnya anak cenderung bersifat destruktif. “Jika harus dilarag, gunakan cara dan bahasa yang tepat. Tapi yang lebih penting adalah mengarahkan dan mengajak anak berpikir sehingga anak bisa menentukan apa yang lebih baik dilakukan,”pesannya.<br /><br />Kepala MAN Sintang H.Ulwan dalam pesannya meminta agar para lulusan MAN Sintang tetap bisa menjaga nama baik almamater di masyarakat. Tahun 2012 ini ada sekitar 175 siswa MAN Sintang yang mengikuti UN. Ditambah dengan 17 siswa dari MAS Pandan dan 12 sisw dari MAS Mujahidin.<br /><br />“Pengumuman kelulusan rencananya baru akan dikeluarkan pada 26 Mei nanti. Namun perpisahan memang lebih awal kita laksanakan, karena kalau perpisahan ini dilaksanakan setelah pengumuman kelulusan, biasanya anak-anak sudah ada yang keluar daerah untuk yang melanjutkan atau pulang ke kampungnya bagi yang tidak melanjutkan,”jelas Ulwan.<br />Di tahun ajaran 2012 ini, MAN Sintang untuk pertama kalinya membuka jurusan agama, dan tercatat ada 19 orang yang masuk jurusan baru ini.<br /><br />“Jumlah siswa yang masuk akan jurusan agama dari kelas XI yang sudah mendaftar sekitar 37 anak,”ungkap Juhdi, salah satu guru MAN Sintang.<br />Meski baru kali pertama ada siswa MAN yang mengikuti ujian dari jurusan agama, namun menurutnya rata-rata siswa mengaku tidak kesulitan dalam mengerjakan soal UN. <strong> (ast)</strong></p>