Kemenakertrans Kirim 930 Sarjana Atasi Pengangguran

oleh

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengirimkan 930 sarjana ke daerah perkotaan dan pedesaan di 31 provinsi untuk mendampingi kelompok masyarakat binaan dan pencari kerja dalam upaya menciptakan lapangan kerja baru. <p style="text-align: justify;">Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mengirimkan 930 sarjana ke daerah perkotaan dan pedesaan di 31 provinsi untuk mendampingi kelompok masyarakat binaan dan pencari kerja dalam upaya menciptakan lapangan kerja baru.<br /><br />"Para Sarjana pendamping itu bertugas menggerakkan, melatih dan mendampingi masyarakat dan para pencari kerja dalam menciptakan kesempatan kerja baru sehingga dapat mengurangi pengangguran dan kemiskinan di pedesaan," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat.<br /><br />Sekitar 75 persen atau 700 sarjana akan mendampingi kelompok masyarakat yang mana setiap orang akan mendampingi 1-2 kelompok yang masing-masing beranggotakan 10 orang.<br /><br />Sisanya atau 230 orang (25 persen) melakukan pendampingan di Bursa Kerja Online (BKOL), penyuluhan Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) dan petugas pengantar kerja.<br /><br />Secara keseluruhan, Menakertrans berharap para sarjana pendamping itu dapat mendapingi 15.000 orang agar dapat memperoleh pekerjaan ataupun bekerja mandiri dengan berwirausaha.<br /><br />"Program sarjana pendamping ini bertujuan mendayagunakan ilmu, pengetahuan, dan keterampilan yang dimiliki para sarjana untuk melaksanakan program pemberdayaan yang langsung menyentuh masyarakat. Dengan demikian, perekonomian di lingkungan sekitar akan semakin maju dan diharapkan dapat menjadi tulang punggung perekonomian daerah dan nasional," kata Muhaimin.<br /><br />Para sarjana yang dikirim memiliki latar belakang pendidikan yang beragam dan diharapkan dapat mengidentifikasi potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam yang layak dikembangkan di desa atau kota tujuan dan dapat menyusun rencana program kerja.<br /><br />Salah satu kegiatan yang diharapkan adalah menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan yang disesuaikan dengan minat, potensi masyarakat serta sumber daya alam yang tersedia di sekitar daerah tersebut.<br /><br />Jenis-jenis pelatihan wirausaha yang diharap dapat dilakukan antara lain budi daya ayam, sapi, dan kambing, usaha konveksi, menjahit, dan bordir serta pengolahan hasil pangan dan pertanian.<br /><br />Sektor jasa juga diharapkan berkembang dari program itu seperti pelatihan tata rias pengantin, tata boga, bengkel motor, sablon dan percetakan, pengelasan maupun konstruksi skala kecil.<br /><br />"Setelah berhasil mengarahkan, memberikan pelatihan wirausaha kepada perseorangan maupun kelompok, para sarjana pendamping itu harus terus melakukan pembinaan melalui monitoring, evaluasi dan pengawasan agar usaha masyarakat itu dapat tetap bertahan," kata Muhaimin.<br /><br />Sarjana pendamping yang diterjunkan ke masyarakat, kata Muhaimin, merupakan lulusan perguruan tinggi yang belum memiliki pekerjaan tetap dan bersedia untuk mengikuti program tersebut.<br /><br />Selama menjalankan tugasnya, para sarjana pendamping itu akan menerima tunjangan biaya hidup dan asuransi kesehatan selama penugasan dan menerima bantuan biaya operasional untuk kelancaran pelaksanaan tugas.<br /><br />"Dalam melaksanakan tugasnya, para sarjana pendamping itu harus mampu mempersiapkan program yang berkaitan dengan pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesejahteraan, dan pengembangan usaha ekonomi produktif dan kewirausahaan," kata Muhaimin. (Eka/Ant)</p>