Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mendorong Pemerintah Provinsi Bali agar membangun dan merevitalisasi darmaga Tanah Ampo di Kabupaten Karangasem menjadi pelabuhan kapal pesiar. <p style="text-align: justify;">Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mendorong Pemerintah Provinsi Bali agar membangun dan merevitalisasi darmaga Tanah Ampo di Kabupaten Karangasem menjadi pelabuhan kapal pesiar.<br /><br />"Pemerintah Provinsi Bali semestinya berani ikut serta berinvestasi untuk perpanjangan dermaga Pelabuhan Tanah Ampo di Kabupaten Karangasem," kata Kepala Badan Sumber Daya Kebudayaan dan Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) I Gde Pitana saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.<br /><br />Ia mengatakan, seiring meningkatnya kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata, baik melalui udara maupun kapal pesiar, semestinya Pemprov Bali berani berinvestasi untuk perpanjangan dermaga tersebut.<br /><br />Menurut dia, pelabuhan kapal pesiar bagi Bali potensinya cukup besar untuk mendatangkan wisatawan mancanegara, terlebih wisata laut kini semakin populer di seluruh dunia.<br /><br />"Bali sudah menjadi wisata dunia, sudah tentu dengan adanya pelabuhan pesiar internasional tersebut akan mempermudah kapal-kapal ‘cruise’ ukuran besar untuk bersandar di dermaga itu," katanya.<br /><br />Ia mengharapkan Pemprov Bali maupun Pemerintah Kabupaten Karangasem tidak saja berinvestasi pada infrastruktur yang ada di pelabuhan (darat) saja, tetapi kalau memungkinkan lebih ikut serta pada pembangunan perpanjangan dermaga tersebut.<br /><br />"Karena dermaga yang sekarang panjangnya baru 154 meter, kapal ‘cruise’ ukuran besar belum bisa bersandar di pelabuhan tersebut, sehingga dermaga tersebut harus diperpanjang yang kini harus menunggu dana pusat. Mengapa tidak Pemprov Bali saja yang berinvestasi di sana," kata mantan Kadisparda Bali itu.<br /><br />Ia menambahkan, dengan semakin banyaknya kapal pesiar yang menyinggahi Bali, tentu akan menambah devisa negara, selain juga pemerataan ekonomi dari sektor pariwisata, khususnya masyarakat Bali di sekitar pelabuhan tersebut.<br /><br />"Saya yakin wisatawan yang berpesiar selain akan mengunjungi objek wisata Pulau Dewata, mereka pasti akan berbelanja berbagai macam kebutuhannya," kata Pitana.<br /><br />Ia juga mengatakan, bila pelabuhan itu sudah beroperasi secara penuh, pihaknya yakin kapal pesiar yang selama ini bertujuan ke Singapura ke depannya akan mengunjungi Bali.<br /><br />Pembangunan pelabuhan kapal pesiar Tanah Ampo sudah dimulai sejak 2006. Rencana awal diharapkan rampung pada 2009. Namun pada 2008 terhenti, dan 2010 baru dilanjutkan lagi. Targetnya rampung dan beroperasi pada 2012.<br /><br />Pembangunan pelabuhan Tanah Ampo sudah menelan dana Rp104 miliar. Diperkirakan masih dibutuhkan dana Rp200 miliar lagi untuk menambah lebar darmaga menjadi 20 meter dan panjang menjadi sekitar 300 meter. (Eka/Ant)</p>














