Kementerian PDT Tawarkan Pembangunan PLTMH Kapuas Hulu

oleh

Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal(KPDT) memberikan kesempatan kepada pemerintah Kapuas Hulu mengajukan kembali pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH), setelah melihat keberhasilan pembangunan pembangkit listrik tersebut di Kecamatan Pengadan. <p style="text-align: justify;">"Kami mempersilakan kepada Pemkab Kapuas Hulu mengajukan kembali permohonan bantuan untuk pembangunan pembangkit listrik tersebut, karena kami menilai pembangunan yang dilakukan di Dusun Pedian Desa Permata Kecamatan Pengadan," kata Asisten Deputi urusan Infrastruktur Energi KPDT, Tumpal Gultom, Rabu.<br /><br />Dia menyarankan kepada Pemkab Kapuas Hulu untuk mencari lokasi lain guna pembangunan PLTMH tersebut. Pasalnya, dia menilai bukan hanya pembangunannya saja yang baik, namun Pemkab Kapuas Hulu dan masyarakatnya bisa memanfaatkan anggaran pembangunan yang sebenarnya hanya untuk 22 kWh, api yang dibangun 33 kWh.<br /><br />"Yang patut dicontoh adalah, dalam pembangunan tersebut menggunakan swadaya masyarakat, sehingga dengan anggaran yang terbatas, bisa dilakukan pembangunan yang maksimal, sehingga dari pembangunan tersebut sekitar 200 rumah dan 600 kepala keluarga bisa teraliri listrik," tuturnya.<br /><br />Dia juga mengatakan, tugas dari KPDT untuk memberikan pembangunan atau supaya daerah tertinggal tidak lagi tertinggal jauh sekali dibandingkan daerah lain di sekelilingnya. Oleh karena itu KPDT berupaya mendekati kementerian atau lembaga lain untuk memohon memberikan sebagian anggaran dari daerah maju untuk diberikan kepada daerah-daerah tertinggal.<br /><br />Gultom menambahkan, dalam melakukan pembangunan pada daerah tertinggal, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan beberapa kementerian terkait dengan menggunakan UU KPDT, agar pemerintah pusat maupun kementerian lain bisa ikut fokus bersama-sama membangun daerah tertinggal lain di seluruh Indonesia.<br /><br />"Hal itu tentu harus kita lakukan, karena kalau dengan hitungan yang sekarang ini dan KPDT tidak membuat langkah kejutan, maka Desa Permata akan teraliri PLN paling cepat 25 tahun mendatang, bahkan ada daerah dalam hitungan pihaknya baru 50 tahun kemudian desa bisa teraliri listrik PLN. Oleh karena itu, tentunya harus ada keberpihakan kepada daerah-daerah tertinggal," katanya. <strong&gt;(phs/Ant)</strong></p>