Kementerian PU Dukung Pengembangan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin

oleh

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rayat melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Kalimantan sedang mengembangkan jalan Trisakti – Liang Anggang untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan pengembangan Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Kalimantan Selatan. <p style="text-align: justify;">Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII Kalimantan Bastian Sihombing, di Banjarmasin Senin mengatakan, pembangunan jalan akses pelabuhan Trisakti-Liang Anggang diharapkan rampung dalam tiga tahun ke depan.<br /><br />Menurut dia, jalan sepanjang 13 kilometer dengan anggaran pembangunan sebesar Rp394 miliar ini, diharapkan menjadi jalur utama, distribusi barang kebutuhan pokok dari Pelabuhan Trisakti untuk masyarakat di wilayah Kalsel, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.<br /><br />"Pembangunan akses jalan Pelabuhan Trisakti – Liang Anggang, merupakan salah satu proyek pembangunan jalan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat," katanya.<br /><br />Pembangungan akses jalan ini, tambah dia, bertujuan untuk memenuhi kebutuhan banyak arus lalu lintas yang lewat dari arah Trisakti, yang merupakan pelabuhan terbesar di Kalimantan Selatan ke berbagai daerah dan provinsi tetangga.<br /><br />Selain itu, tambah dia, pembangunan tersebut juga untuk mengatasi kemacetan yang sering terjadi di daerah tersebut.<br /><br />Pembangunan dan pengembangan jalan tersebut, tambah dia, dilaksanakan dalam empat tahap anggaran yaitu mulai 2015 hingga 2018.<br /><br />Pada 2015, dianggarkan dana sebesar Rp60 miliar, kemudian 2016, sebesar Rp135 miliar, pada 2017 mendapatkan anggaran cukup besar yaitu Rp160 miliar dan terakhir 2018, biasanya tinggal finishing dianggarkan sebesar Rp57 miliar.<br /><br />Saat ini, wilayah Pelabuhan Trisakti – Liang Anggang merupakan salah satu pusat pengembangan bisnis di Kota Banjarmasin dan pusat pergudangan yang diprediksi akan berkembang pusat pada tahun-tahun mendatang.<br /><br />Setelah dibangunnya jalan tembus Liang Anggang, daerah yang sebelumnya berupa hamparan sawah, kini berubah menjadi kawasan pergudangan, dengan lalu lintas yang cukup padat.<br /><br />Jalan tersebut, kini juga menjadi jalan alternatif untuk menghindari kemacetan dari berbagai daerah untuk menuju kota Banjarmasin. (das/ant)</p>