Home / Tak Berkategori

Kemnakertrans : Kawasan Transmigrasi Diusulkan Jadi Basis Pertanian Organik

- Jurnalis

Sabtu, 25 Februari 2012 - 19:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berencana menjadikan kawasan transmigrasi yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia sebagai basis pengembangan pertanian organik. Hal ini dilakukan sebagai upaya mendukung pemenuhan kebutuhan pangan nasional. <p style="text-align: justify;">Pertanian organik bisa dikembamngkan di kawasan transmigrasi yang sampai akhir 2011 terdapat 197 pemukiman transmigrasi (Kimtrans) dengan  luasan lahan pertanian yang potensial mencapai ± 80.516 Ha, potensi  tenaga kerja ± 40.258 KK atau ± 100.000 jiwa usia produktif.<br /><br />“Pengembangan pertanian organik di kawasan transmigrasi itu sangat potensial mengingat lahan dan tenaga kerja telah tersedia dan celah pasar yang masih sangat tinggi, kata Kepala Badan Penelitian Pengembangan dan Informasi (Balitfo) Kemenakertrans Djuharsa M. Djajadihardja yang mewakili Menakertrans Muhaimin Iskandarsaat membuka Gebyar Organik 2012 dan HUT Maporina XII di Jakarta, pada Jumat (24/02/2012).<br /><br />Djuharsa mengatakan dalam beberapa tahun terakhir, Kemnakertrans sudah mulai merintis pertanian organik  dengan meningkatkan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan pendampingan  teknis pengembangan pertanian organik di kawasan  transmigrasi.<br /><br />“Penerapan pertanian organik dapat menghemat sektar 600-800 ribu rupiah biaya sarana produksi (saprodi) per hektar, serta dapat mengurangi ketergantungan petani transmigran terhadap pupuk kimia sintesis, kata Djuharsa.<br /><br />Apalagi. lanjutnya di masa mendatang harga input produksi,  khususnya bahan kimia sintetis, diperkirakan akan semakin mahal seiring dengan meningkatnya harga bahan bakar minyak (BBM).<br /><br />Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang holistik    dan terpadu yang mengoptimalkan kesehatan dan produktivitas agro- ekosistem secara alami, sehingga mampu menghasilkan pangan dan serat yang cukup, berkualitas, dan  berkelanjutan.<br /><br />Namun untuk mengembangkan pertanian organik dibutuhkan pembinaan lintas sektoral, baik unsur pemerintah melalui Kementerian Pertanian, serta dunia usaha dan partisipasi lembaga swadaya masyarakat seperti Manipora (Masyarakat Pertanian Organik Indonesia).<br /><br />“Masyarakat transmigran yang hendak mengembangkan pertanian organik perlu dibekali, dilakukan pendampingan dan pengetahuan dan keterampilan sesuai denghan potensi daerah sehingga bisa mandiri, kata Djuharsa.<br /><br />Pada akhirnya, berkembangannya pertanian  organik bukan hanya menyangkut keuntungan ekonomi, namun juga akan mendorong kembalinya budaya masyarakat Indonesia yang memang sangat menghargai alam ini.<br /><br />“Kami sedang mengupayakan agar pertanian organik menjadi  bagian integral dalam pengembangan konsep Integrated Farming di kawasan Kota Terpadu Mandiri (KTM) yang jumlahmya mencapai 44 KTM, Kata Djuharsa.<br /><br />Nilai tambah yang hendak diraih, kata Djuharsa  adalah adanya arus investasi ke daerah menggerakkan ekonomi wilayah, penciptaan lapangan kerja baru dan terciptanya budaya pasar (change of market culture) terhadap produk pertanian organik. <strong>(phs/Pusat Humas Kemnakertrans)</strong></p>

Berita Terkait

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi
Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan
Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi
Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total
Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal
Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 22:08 WIB

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 18:34 WIB

Gandeng Pengusaha Nasional, Gubernur Dorong Realisasi Investasi Pendidikan dan Kesehatan

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:47 WIB

Harga Sembako Melejit Tajam, Bawang dan Cabai Picu Keluhan Warga Melawi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:12 WIB

Polisi Turun Tangan! SPBU Disisir Ketat, Distribusi BBM Melawi Diawasi Total

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:54 WIB

Pemilik Warung Kopi di Pasar Melawi Klarifikasi Isu Penampungan Emas Ilegal

Berita Terbaru

Tumpo yang terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua PSMTI Kabupaten Melawi. (Dedi Irawan)

Berita

Solid Tanpa Voting, Tumpo Kembali Nahkodai PSMTI Melawi

Selasa, 17 Feb 2026 - 22:08 WIB