Kemnakertrans Kembangkan 5.000 Ha Perkebunan Sisal di Lahan Transmigrasi

oleh

Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi mulai mengembangkan perkebunan Sisal (sisal agave sp.) seluas 5.000 hektar dengan melibatkan sebanyak 1.000 kepala keluarga Transmigran di unit pemukiman Tongo I dan II Kecamatan Sekongkang Kabupaten Sumbawa Barat Nusa Tenggara Barat. <p style="text-align: justify;">Proyek  pengembangan sisal agave sp. ini bermitra dengan sebuah perusahaan nasional penanaman modal dalam negeri (PMDN)  PT. Pulau Sumbawa Agro yang bekerjasama (joint venture) dengan perusahaan asing dari China  PT. Dongfang Sisal Group Co Ltd, dengan kepemilikan saham (shareholding) PT. Sumbawa Agro sebesar 75 persen dan PT. Dongfeng  Sisal Group Co Ltd sebesar 25 persen.<br /><br />“Pengembangan perkebunan sisal (sisal agave sp) ini merupakan langkah terobosan untuk meningkatkan pendapatan transmigran dan penduduk sekitar dengan melibatkan investasi dari sektor swasta, kata Dirjen Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi (P2KTrans) Kemnakertrans, Jamaluddien Malik  dalam keterangan pers di Jakarta pada Selasa (17/4).<br /><br />Jamaluddien menjelaskan diperkirakan produktivitas sisal agave sp. di Sumbawa Barat mencapai 92 ton pelepah per tahun. Serat sisal ini akan di jadikan tali kapal, karpet, sejadah, topi, sandal, dan bahan tekstil pengganti kapas. Disamping itu air ampasnya  dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan obat-obatan dan kosmetik.<br /><br />Karena sifatnya yang ramah lingkungan (biodegradable) maka serat sisal masih banyak dipakai dalam industri kertas, karpet, bahkan sebagai penguat pada bahan composite industri otomotif. Negara Brazilia merupakan penghasil sisal terbesar di dunia dengan menyuplai sebanyak 113 ribu ton serat sisal se tahunnya.<br /><br />“Dengan dikembangkannnya komoditas sisal agave sp. diharapkan mampu menghasilkan pendapatan sekitar  Rp. 2 juta per hektar per bulan atau Rp. 24 juta per hektar per tahun. Hal ini setara dengan pendapatan petani kelapa sawit yang terbilang sukses untuk mensejahterakan transmigran di Sumatera dan Kalimantan selama ini“ kata Jamaluddien.<br /><br />Dijelaskan Jamaluddien, bibit sisal agave sp. didatangkan dari Guangdong Cina sebanyak 1.000.000 tunas merupakan hasil  pembiakan melalui kultur jaringan (tisue culture)  oleh PT. Dongfang Sisal Group Co Ltd Zhanjiang Guandong Cina.<br /><br />Kebun pembiakan telah dibangun di Tongo Kecamatan Sekongkang Sumbawa Barat. Dan melalui pembiakan ini akan mampu menyediakan anakan sebanyak 11 juta anakan untuk ditanam pada areal perkebunan sisal agave sp. seluas 2.500  hektar.<br /><br />“Nantinya untuk keperluan perluasan kebun hingga 100.000 hektar proses kultur jaringan akan dikembangkan sendiri di Indonesia oleh PT. Pulau Sumbawa Agro bekerjasama dengan Universitas Mataram Nusa Tenggara Barat” kata Jamaluddien.<br /><br />Sementara itu,  Mulyadi Marutokusumo, konsutan dari PT. Wiratama ranata Konsultan, menambahkan proyek  pengembangan sisal agave sp. ini  pada tahap awal  meliputi area seluas 3.000  hektar, terdiri atas lahan inti sebanyak 1.000 hektar dan plasma seluas 2.000  hektar. Dengan investasi sebanyak Rp. 163  milyar terdiri investasi kebun plasma sebanyak Rp. 84 milyar dan investasi kebun inti beserta pabrik serat sisal sebanyak Rp. 79 milyar. <strong>(phs/Pusat Humas Kemnakertrans)</strong></p>