Home / Tak Berkategori

Kemnakertrans Minta Masalah Upah Diselesaikan Lewat Perundingan

- Jurnalis

Jumat, 13 Januari 2012 - 22:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terkait timbulnya gejolak hubungan industrial.dalam penetapan upah minimum tahun 2012 di beberapa daerah belakangan ini, maka Dewan Pengupahan Nasional mengeluarkan seruan kepada seluruh pemangku kepentingan yang terdiri dari unsur pemerintah, serikat pekerja/ buruh dan Apindo agar mengedepankan upaya perundingan untuk mencapai mufakat didalam menyelesaikan permasalahan penetapan upah minimum. <p style="text-align: justify;">Selain itu, Dewan pengupahan pun meminta masing-masing unsur melakukan pendekatan kepada jajarannya di daerah untuk senantiasa menjaga iklim Hubungan Industrial yang kondusif, meningkatkan koordinasi dan mengambil langkah – langkah persuasif di dalam  mengantisipasi permasalahan Hubungan Industrial serta menghormati hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.<br /><br />&ldquo;Dewan Pengupahan mendesak Dinas-dinas Tenaga Kerja untuk mengupayakan untuk diadakan perundingan kembali antara APINDO dan Serikat Pekerja Buruh bila dalam penetapan Upah yang belum terjadi kesepakatan, “kata Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Hubungan Industrial (PHI dan Jamsos) Kemnakertrans sekaligus Dewan Pengupahan Nasional Myra M. Hanartani di Kantor Kemnakertrans, Jakarta pada Jumat (13/1).<br /><br />Myra mengatakan hari ini  Dewan Pengupahan Nasional melakukan pertemuan khusus untuk membicarakan masalah hubungan industrial yang muncul dalam penetapan UMP di beberapa daerah, “<br /><br />Hadir dalam kesempatan ini antara lain Hariyadi SS SuKamdani.( unsur Apindo), Markus Sidauruk (unsur serikat pekerja/buruh), perwakilan Dinas Provinsi Jawa Barat dan Banten.<br /><br />Pertemuan tadi juga tadi mendengarkan masukan dan pandangan dari  Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi dan Kabupaten/Kota, khususnya Provinsi  Jawa Barat dan Provinsi Banten terkait penetapan UMP.<br /><br />“Pertemuan tadi sebagai upaya mencari solusi dari beberapa permasalahan penetapan upah yang telah menimbulkan gejolak di beberapa daerah. Kita mencoba penyelesaian masalah-masalah Upah dengan melibatkan Dinas terkait di daerah untuk mengkonsolidasikan permasalahan tersebut, kata Myra yang juga menjabat sebagai Dewan Pengupahan Nasional .<br /><br />“Dewan mencoba mencari bagaimana supaya teman-teman di daerah bisa melakukan perundingan dengan baik agar tidak sampai merugikan yang lain. Itu sebetulnya yang kita harapkan dan itu memang diperlukan konsolidasi antara dinas terkait dan juga  aparat keamanan, Kata Myra.<br /><br />Mengenai belum adanya kesepakatan dalan penetapan UMP, tambah Myra Dewan pengupahan mendesak Dinas-dinas Tenaga Kerja untuk mengupayakan untuk diadakan perundingan kembali antara APINDO dan Serikat Pekerja Buruh .<br /><br />“Selain itu, diperlukan juga sosialisasi tentang peraturan perundangan atau prosedur penetapan upah minimum, termasuk bila terjadi ketidak sepakatan anntara para pihak, “ kata Myra.<strong>(Pusat Humas Kemnakertrans)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru