Kenaikan BBM Memberatkan Sopir Tambang Air

oleh
oleh

Rencana kenaikan bahan bakar minyak pada tahun ini mendapat apresiasi negatif dari para sopir tambang motor air di Kabupaten Sekadau. <p style="text-align: justify;">Jumadi alias Jon menyebut kebijakan itu memberatkan beban hidup masyarakat kecil seperti dirinya. Mengingat, pendapatan selama ini kecil dan dipastikan merosot bila harga solar naik Rp1.500 per liter yang selama ini hanya Rp4.500. Selama ini, setiap penumpang membayar Rp3 ribu. <br /><br />“Terpaksa nanti ongkos penyeberangan dinaikan,” kata dia, Sabtu (18/3)<br /><br />Meski harga BBM belum naik namun menurut Jon, solar sulit didapat. Karena itu ia terpaksa membeli di kios solar di tepi Sungai Kapuas. Harganya mencapai Rp7 ribu per liter. <br /><br />“Kalau BBM naik maka di tingkat eceran bisa jadi harga solar mencapai Rp10 ribu per liter dan ini sangat memberatkan,” ucapnya.<br /><br />Karena itu, Jon berharap pemerintah mau mempertahankan harga BBM seperti sekarang ini. Kalaupun naik, ia tidak dapat berbuat apa-apa. <br /><br />“Kita hanya nurut saja,” ungkap dia. <strong>(phs)</strong></p>