Kenalkan Budaya Sejak Dini, RA Rutin Bawa Siswa Kunjungi Museum

oleh

Wajah-wajah polos murid-murid Raudhatul Athfal (RA) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sintang terlihat sumringah. <p style="text-align: justify;">Meski telah terguncang-guncang diatas jalan berlubang saat pulang pergi dari museum Kapuas Raya yang terletak di KM 14 jalan saya menuju kabupaten Kapuas Hulu. Tak sedikitpun tersirat rasa capek, bahkan banyak diantara mereka yang langsung bermain sambil menungu orang tua menjemput.<br /><br />“Tadi ke museum, lihat pengantin terus nonton TV,”jawab Khansa, murid RA nol kecil saat ditanya apa kegiatannya hari ini. <br /><br />Lain halnya dengan Rifky, ia hanya mengingat bahwa saat ke museum ia disuguhi banyak mainan. “Ada kapal besarrr sekali,”katanya singkat.<br /><br />Pengantin, nonton TV dan kapal merupakan bagian pelajaran baru yang didapatkan oleh murid-murid RA setelah mengunjungi museum Kapuas Raya. Di museum tersebut memang dipajang patung pengantin yang mengenakan pakaian adat Melayu, Tiong Hoa dan Dayak. <br /><br />Khusus untuk bidang pendidikan, dimuseum memang disedikan satu ruangan khusus untuk pembelajaran. Dilengkapi dengan permainan, buku dan audiovisual. Murid-murid yang datang ke museum akan disuguhi dengan film dokumenter tengang asal-usul Sintang. Khas dengan sungai kapuas dan kapal,sebagai transportasi utama jalur sungai. <br /><br />Kepala RA Sintang Ety Kusgiyanti, kepada wartawan mengatakan bahwa pihaknya secara rutin setiap enam bulan sekali memang selalu membawa para murid untuk berkunjung ke museum. Kunjungan ke museum itu dalam rangka study wisata dan kegiatan belajar out door. <br /><br />“Ini juga dalam rangka memperkenalkan budaya di sintang khususnya kepada anak sejak dini. Merupakan bagian dari upaya kita untuk mencetak generasi penerus yang cerdas dalam budi dan anggun dalam pekerti. Kita tanamkan kepada mereka bahwa daerah kita memiliki banyak budaya dan berbeda-beda,”jelasnya. <br /><br />RA DWP Kemenang Sintang di tahun ke-3 kini telah memiliki 96 murid yang terbagi dalam 4 kelas. Ada sekitar 10 guru yang menangani langsung anak-anak yang memiliki banyak talenta. Tidak seperti kebanyakan TK lainnya,di RA hari belajar hanya sampai pada hari Jumat, sedangkan hari sabtu libur.<br /><br />“Kita mengacu pada ketentuan yang ada di Kemenag. Biasanya jam belajar di tingkat TK atau RA hanya sampai jam 10 saja. Tapi full hari Senin-Sabtu. Sedangkan di RA ini, dari Senin-Jumat, jam belajarnya baru diakhiri jam 11.00,”jelasnya. <br /><br />Lantaran berlatar belakang agama, maka pendidikan agama di RA DWP Kemenag Sintang ini menjadi prioritas. Para murid sudah dikenalkan hafalan doa, surat-surat pendek Al Quran serta hadist. Mereka juga telah diperkenalkan dengan huruf hijaiyah dengan metode Iqra’. Namun begitu pelajaran mengenal huruf dan angka, kemudian bahasa arab dan bahasa Inggris juga telah diberikan.<br /><br />“sesuai dengan visi kita untuk mencetak generasi yang unggul dalam budi dan cerdas dalam pekerti,”pungkasnya. <strong>(ast)</strong></p>