Home / Tak Berkategori

Kepala Bappeda Kalbar Minta Maaf Tentang Transmigrasi

- Jurnalis

Rabu, 29 Februari 2012 - 18:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Kalimantan Barat, Robert Nursanto meminta maaf terkait pernyataannya seputar kaitan indeks pembangunan manusia dengan program transmigrasi. <p style="text-align: justify;">"Mungkin kalau ada pernyataan yang tidak tepat, saya mohon maaf," kata Robert Nursanto di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia menambahkan, secara pribadi sangat mendukung program transmigrasi dan tidak ada maksud untuk melukai para transmigran. Robert mengaku sejak tahun 1987-an sudah berhubungan dengan para transmigran tersebut.<br /><br />Pernyataan Robert Nursanto saat rapat kerja dengan Komisi C DPRD Provinsi Kalbar beberapa waktu sempat mengundang polemik. Menurut dia, Kalbar terlalu "ramah" dalam hal transmigrasi padahal ikut mempengaruhi IPM.<br /><br />Ia juga menilai bahwa ada sejumlah hal yang perlu diperhatikan terkait IPM di Kalbar.<br /><br />Ia melanjutkan, pada pertemuan dengan Komisi C tersebut, pemaparan hanya bersifat analisa empirik. Sedangkan untuk penjelasan lebih detail mengenai IPM Kalbar, lebih lanjut dijelaskan oleh Sekretaris Bappeda Kalbar, Herkulana.<br /><br />Ia mengatakan, pada zaman Orde Baru, program transmigrasi sifatnya penempatan dari pusat. "Daerah hanya menerima saja," ujar dia.<br /><br />Pemerintah pusat, kata dia, tidak konsisten karena seharusnya transmigran yang dikirim berlatar belakang petani dengan harapan bisa transfer teknologi penanaman yang baik dan benar.<br /><br />"Tetapi ternyata banyak yang tidak berlatar belakang petani sehingga akhirnya mereka tidak dapat bertahan lama di daerah tujuan," kata dia.<br /><br />Transmigran yang masuk juga berstatus sebagai pengangguran di daerah tujuan sedangkan pengangguran menjadi salah satu indikator di dalam menentukan IPM.<br /><br />Sementara Gubernur Kalbar Cornelis mengatakan, saat ini yang terpenting adalah bersama-sama untuk memperbaiki IPM di Kalbar. "Kita nanti bisa lihat dari peta-peta yang ada, nanti ketahuan mana yang rendah. Jadi, jangan lihat dari sisi negatif saja," kata Cornelis. <strong>(phs/Ant)</strong></p>

Berita Terkait

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG
Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi
Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan
Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu
Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM
Aksi Bersih Serentak di Tiga Titik, Melawi Gaspol Sambut HPSN 2026 dan Ramadan
Bupati Tekankan Komitmen dan Eksekusi Program “11.12 GASPOL” pada Forum RKPD Barito Utara 2027
Kadis Kominfo dan Persandian Bulungan Hadiri Musrenbang

Berita Terkait

Selasa, 17 Februari 2026 - 08:39 WIB

Jelang Ramadan, DPRD Melawi Minta Pengawasan Ketat Harga Sembako dan LPG

Senin, 16 Februari 2026 - 21:23 WIB

Ribuan Warga Meriahkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 Hijriah di Melawi

Senin, 16 Februari 2026 - 16:56 WIB

Lembaga Adat Segel Tambang Diduga Ilegal Milik PT GUM, DAD Belitang Hulu Minta Aktivitas Dihentikan

Minggu, 15 Februari 2026 - 21:03 WIB

Diduga Lakukan Penambangan Galian C Tanpa Izin, PT GUM Tuai Sorotan Tokoh Masyarakat Belitang Hulu

Minggu, 15 Februari 2026 - 18:44 WIB

Politisi Partai Gerindra Tekankan CSR Tak Lagi Seremonial, Harus Fokus Pemulihan Lingkungan dan Pemberdayaan SDM

Berita Terbaru