Kepekatan Kabut Asap Di Samarinda Mulai Menurun

oleh

Tingkat kepekatan kabut asap di Kota Samarinda, Kalimantan Timur kata Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Temindung, SUtrisno, pada Senin, mulai menurun. <p style="text-align: justify;">"Berdasarkan kosentrasi partikulat PM10, hari ini (Senin) tingkat kepekatan kabut asap di wilayah Kota Samarinda menurun cukup signifikan, bahkan sudah masuk ke level baik," ungkap Sutrisno, dihubungi di Samarinda, Senin.<br /><br />Pada Senin dinihari yakni sekitar pukul 01. 00 Wita, kata Sutrisno, tingkat kepekatan kabut asap di wilayah Kota Samarinda sempat mencapai 101,70 mikro gram per meter kubik, kemudian turun menjadi 81,89 mikro gram per meter kubik pada pukul 03. 00 Wita, dan pukul 04. 00 Wita turun hingga 46, 31 mikro gram per meter kubik kemudian menjadi 17, 64 mikro gram per meter kubik pada pukul 05.00 Wita.<br /><br />Titik terendah tingkat kepekatan kabut asap pada Senin lanjut Dutrisno, berlangsung pada pukul 06.00 Wita dengan hanya 7,20 mikro gram per meter kubik, lalu naik menjadi 11,44 mikro gram per meter kubik pada pukul 07. 00 Wita, kemudian 22, 43 mikro gram per meter kubik pukul 08. 00 Wita dan menjadi 43, 04 mikro gram per meter kubik pada pukul 09. 00 Wita.<br /><br />Tingkat kepekatan kabut asap tambah dia, kembali naik pukul 10. 00 Wita dengan 68, 06 mikro gram per meter kubik selanjutnya menjadi 70,81 pada pukul 11. 00 Wita dan kembali turun menjadi 62, 44 mikro gram per meter kubik pada pukul 12. 00 Wita, lalu turun lagi menjadi 50, 62 mikro gram per meter kubik pada pukul 13. 00 Wita.<br /><br />"Sejak siang hingga sore, tingkat kepekatan kabut asap berangsur turun dan pada pukul 16. 00 Wita hanya berkisar 39,80 mikro gram per meter kubik atau masih dalam kategori sehat," ujar Sutrisno.<br /><br />Tingkat kepekatan kabut asap pada level Sehat kata Sutrisno jika berada pada 0-50 mikro gram per meter kubik, kemudian level Sedang jika tingkat kepekatan kabut asap berkisar 50-150 mikro gram per meter kubik dan kondisi mulai Tidak Sehat jika tingkat kepekatan mencapai 150-250 mikro gram per meter kubik, Sangat Tidak Sehat jika berada pada tingkat kepekatan 250-350 mikro gram per meter kubik dan kabut asap sudah Berbahaya jika tingkat kepekatannya diatas 350 mikro gram per meter kubik.<br /><br />"Secara umum, tingkat kepekatan kabut asap di Kota Samarinda hari ini sudah masuk kategori Sehak dan kami berharap, kondisi itu berangsur membaik," ujar Sutrisno.<br /><br />Pada Senin dinihari hingga subuh kata Sutrisno, wilayah Kota Samarinda sempat diguyur hujan dengan curah hujan 13,8 mili meter.<br /><br />Namun, hujan disertai angin kencang tersebut lanjut dia, tidak berdampak pada menurunnya tingkat kepekatan kabut asap dan jumlah "hotspot" atau titik panas di wilayah Kaltim.<br /><br />"Walaupun sempat terjadi hujan di wilayah Kota Samarinda pada Senin dinihari hingga subuh, namun hal itu tidak berdampak pada jumlah titik panas di Kaltim," kata Sutrisno.<br /><br />Tidak menurunnya jumlah titik panas tersebut tambah Sutrisno, disebabkan hujan yang mengguyur wilayah Kota Samarinda dan sekitarnya hanya bersifat lokal.<br /><br />"Artinya, hujan yang terjadi tadi subuh (Senin), bukan merupakan awal musim hujan dan hanya bersifat lokal, sehingga titik panas yang disebabkan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Kaltim padam atau berkurang," kata Sutrisno.<br /><br />Ia mengingatkan semua pihak termasuk masyarakat agar tidak terlena dengan turunnya hujan di Kota Samarinda pada Senin subuh tersebut sebab awal musim hujan masih diprediski akan berlangsung pada November dan Desember 2015.<br /><br />"Jadi, kami mengimbau semua pihak, termasuk masyarakat agar tidak terlena dengan turunnya hujan pada Senin dinihari, sebab itu bukan pertanda awal musim hujan sebab musim hujan diprediksi baru akan terjadi satu bulan akan datang. Sehingga, kami meminta masyarakat tetap waspada kemungkinan masih tingginya titik panas dan bertambahnya tingkat kepekatan kabut asap," ujar Sutrisno. (das/ant)</p>