Kerukunan Beragama Di Kalimantan Tengah Sangat Baik

oleh

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, H Achmad Diran menilai kerukunan hidup umat beragama di daerah ini berjalan sangat baik sehingga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat juga tetap kondusif. <p style="text-align: justify;">"Kerukunan hidup umat beragama di Kalimantan Tengah sangat bagus. Sangat kondusif. Ini penting bagi pembangunan kita agar bisa berjalan lancar," kata Diran di Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis.<br /><br />Diran mengaku bangga dengan toleransi tinggi yang ditunjukkan masyarakat dan tokoh-tokoh agama. Seluruh umat beragama di Kalteng dapat menjalankan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.<br /><br />Seperti saat bulan suci Ramadhan ini, umat nonmuslim juga sangat menghargai umat Islam yang sedang berpuasa dan menjalankan ibadah lainnya. Usaha dan aktivitas seperti rumah makan dan tempat hiburan membatasi aktivitas mereka untuk menghargai umat Islam yang beribadah.<br /><br />Rabu (8/7) sore, Diran bersama sejumlah pejabat lainnya menggelar safari Ramadhan di Masjid Jami Sampit. Kegiatan ini untuk meningkatkan silaturahmi antar sesama umat Islam, khususnya di Kalteng.<br /><br />"Kami keliling safari Ramadhan untuk mempererat silaturahmi kita. Ukhuwah insaniah, yaitu tidak membedakan apapun latar belakang suku dan agama untuk saling toleransi. Juga tujuan ukhuwah Islamiyah, yakni sesama orang Islam Saya membawa tokoh Muhammadiyah, NU LDII. Kalau Islam bersatu maka akan berkontribusi besar terhadap pembangunan," kata Diran didampingi Bupati Kotim, H Supian Hadi.<br /><br />Masyarakat dan pemerintah harus bersinergi dalam menciptakan kerukunan umat dan ketertiban masyarakat. Pemerintah sebagai penanggung jawab di daerah, harus memposisikan diri sebagai pengayom masyarakat tanpa membeda-bedakan.<br /><br />Diran juga menyinggung terkait pemilu kepala daerah serentak yaitu pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Kalteng serta Bupati dan Wakil Bupati Kotim pada 9 Desember nanti. Dia mengimbau masyarakat untuk menghargaai perbedaan pilihan dan tidak mengaitkan isu suku agama, ras dan antargolongan karena dikhawatirkan bisa menimbulkan konflik. (das/ant)</p>