Kerusakan Jalan Beri Andil Tingginya Kecelakaan Di Kotim

oleh

Kerusakan jalan di sejumlah lokasi ternyata turut memberi andil terhadap masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Kotawaringin Timur Kalimantan Tengah selama ini. <p style="text-align: justify;">"Masih banyaknya jalan-jalan yang rusak sehingga berkontribusi terjadinya laka lantas (kecelakaan lalu lintas). Mohon Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang berkepentingan atau mengawasi hal ini untuk bisa diperhatikan," pinta Kapolres Kotim, AKBP Himawan Bayu Aji di Sampit, Sabtu.<br /><br />Secara umum, tindak pidana, kasus kecelakaan lalu lintas selama 2013 juga mengalami penurunan dibanding 2012 lalu. Berdasarkan data yang ada, terjadi penurunan kasus kecelakaan lalu lintas sebanyak 39 kasus dalam kurun waktu setahun terakhir.<br /><br />Jumlah tindak pidana kecelakaan lalu lintas selama 2012 sebanyak 227 kasus, dengan 18 kasus tabrak lari, korban meninggal dunia 73 orang, luka berat 63 orang dan luka ringan 230 orang. Sedangkan tindak pidana kecelakaan lalu lintas pada 2013 sebanyak 188 kasus, dengan 27 kasus tabrak lari, korban meninggal dunia 63 orang, luka berat 75 orang dan luka ringan 191 orang.<br /><br />"Meskipun laka lantas menurun, tapi ada kerawanan-kerawanan yang harus kita perbaiki bersama ataupun kita antisipasi sehingga tidak terulang penyebab-penyebab laka lantas yang terjadi," tegasnya.<br /><br />Himawan menjelaskan, rendahnya kesadaran pengendara dalam mematuhi aturan lalu lintas seperti tidak menggunakan helm, kebut-kebutan dan pelanggaran lainnya merupakan salah penyebab kecelakaan lalu lintas.<br /><br />Namun terkait kondisi jalan, banyak terjadi pengendara motor menghindari kerusakan jalan dan mengambil ke kanan lalu tersambar mobil atau motor dari arah berlawanan.<br /><br />Selain itu, ada juga pengendara yang terjatuh dan mengalami luka serius setelah tertabrak lubang akibat kondisi jalan di sejumlah titik yang masih rusak.<br /><br />Tinggi aspal dari badan dan bahu jalan juga bisa memicu kecelakaan. Sering pula ketika pengendara berpapasan dengan truk besar, namun ternyata truk tersebut tidak mau mengalah sehingga nyaris terjadi tabrakan.<br /><br />"Sebenarnya bukan sepenuhnya kesalahan truk karena truk itu kalau minggir maka dia akan terbalik karena bebannya sangat berat.<br /><br />Ini yang harus menjadi perhatian kita bahwa bahu dan badan jalan cukup tinggi perbandingannya sehingga membahayakan," sambung Himawan.<br /><br />Badan jalan yang sempit hanya bisa seukuran dua mobil berpapasan, juga bisa memicu kecelakaan karena sangat sempit sehingga rawan tabrakan saat berpapasan, terutama ketika malam hari, apalagi penerangan jalan juga sangat kurang.<br /><br />Himawan berharap masalah kondisi jalan bisa menjadi perhatian pemerintah daerah untuk memperbaiki dan menyempurnakannya sehingga diharapkan bisa menekan tingginya angka kecelakaan lalu lintas. <strong>(das/ant)</strong></p>