Kerusakan Jalan Provinsi Dalam Kota Sintang Terkesan Ditelantarkan

oleh

Sejumlah masyarakat mengancam akan memblokade jalan menuju Bandara Susilo Sintang jika pemerintah tetap membiarkan jalan dalam kota Sintang rusak. <p style="text-align: justify;">Hal itu dikemukakan salah seorang warga Sintang, Samsudin Djagad, pada Jumat (22/11/2013) lalu.<br /><br />Menurut Syamsudin, kerusakan jalan Provinsi dalam Kota Sintang terkesan ditelantarkan. Pemerintah juga dinilai cenderung saling lempar tanggungjawab.<br /><br />"Pertanyaannya dimana tanggungjawab pemerintah kepada masyarakat, sedangkan masyarakat dituntut pemerintah wajib membayar pajak, sementara jalan dibiarkan rusak, dimana letak keadilan antara masyarakat dan pemerintah," ujarnya.<br /><br />Menurut Syamsudin, penutupan akses jalan di Bandara Susilo Sintang diharapkan agar semua dapat merasakan jalan rusak jika ke Pontianak, terutama kalangan pejabat.<br /><br />"Selama ini pejabat berduit bisa menggunakan pesawat pulang pergi Pontianak-Sintang, sehingga menjadi tidak respon atas kerusakan jalan," kata dia.<br /><br />Dia meminta pemerintah yang mempunyai kebijakan memperbaiki jalan segera bertindak. "Segera berkoordinasi. Jangan saling lempar tanggungjawab," tegasnya.<br /><br />Syamsudin merasakan dampak kerusakan jalan telah membuat lonjakan harga barang dan terhambatnya proses pembangunan. Padahal, lanjut dia, jalan merupakan tolak ukur keberhasilan seorang pemimpin dalam memimpin sebuah daerah.<br /><br />"Masyarakat tidak menuntut berlebihan. Masyarakat hanya minta jalan dibangun sesuai dengan standar pertumbuhan ekonomi. Karena, jalan urat nadi masyarakat yang merupakan tanggungjawab pemerintah hasil dari pungutan pajak. Kemudian pembangunan jalan juga penting dalam pertaruhan marwah bangsa, apalagi Sintang masuk sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia," pungkasnya. <strong>(das/Th)</strong></p>