Kerusakan Jalan Trans Kalimantan Sampit Bahayakan Pengendara

oleh

Kerusakan ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan yang membelah kota Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dinilai sudah membahayakan pengendara. <p style="text-align: justify;">"Sudah banyak lubang dengan kedalaman yang membahayakan bagi pengendara, khususnya kendaraan roda dua. Apalagi saat hujan malam hari, lubang tidak terlihat karena terisi air hujan," kata Audy Valent, warga Sampit, Senin.<br /><br />Aktivis yang merupakan Ketua Forum Bersama Lembaga Swadaya Masyarakat Kotawaringin Timur ini mengaku banyak menerima pengaduan dari masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut. Kerusakan banyak terlihat di Jalan Jenderal Sudirman yang merupakan akses menuju tiga kabupaten lain di kawasan Barat yaitu Kotawaringin Barat, Lamandau dan Sukamara.<br /><br />Kerusakan di antaranya terlihat di perempatan bundaran depan kantor Bupati Kotawaringin Timur. Lubang dengan kedalaman 10 cm lebih itu bisa membuat sepeda motor tidak stabil jika menabrak lubang saat kecepatan tinggi. Kondisi ini sangat membahayakan karena bisa membuat pengendara celaka.<br /><br />"Segera perbaiki sebelum menimbulkan korban jiwa. Jangan sampai ada korban jiwa dulu, baru diperbaiki. Terutama Jalan Jenderal Sudirman km 0 hingga km 3 karena jalur padat. Median jalan juga banyak yang jebol akibat tersenggol kendaraan. Masih dibiarkan rusak sehingga membahayakan pengendara," sesal Audy.<br /><br />Audy juga meminta pemerintah daerah menindak tegas kendaraan yang membawa muatan melebihi batas kemampuan jalan yang berstatus jalan nasional tersebut. Pembiaran kendaraan berat yang mengangkut muatan lebih dari delapan ton, diyakini berkontribusi besar terhadap laju kerusakan jalan-jalan di Kotawaringin Timur.<br /><br />Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Tengah, Leonard S Ampung yang dikonfirmasi, memastikan kerusakan jalan tersebut segera diperbaiki. Dia juga berharap rekanan segera melaksanakan perbaikan kerusakan-kerusakan itu karena rusa jalan ini sangat vital bagi aktivitas masyarakat.<br /><br />"Perbaikan akan dilakukan melalui penanganan rutin dari sumber dana APBN. Seharusnya sudah mulai ditangani sekarang karena sudah kontrak," kata Leonard. (das/ant)</p>