Kerusakan Jembatan Bajarum di Kecamatan Kotabesi dikhawatirkan berpengaruh besar terhadap aktivitas perekonomian di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. <p style="text-align: justify;">"Tiap hari ribuan ton muatan sembako, material bangunan, pupuk dan lain-lain melewati Jembatan Bajarum yang sangat vital itu," kata Ketua DPD Organisasi Pengusaha Angkutan Darat Kotim, Zulkifli Nasution di Sampit, Minggu.<br /><br />Kekhawatiran itu cukup beralasan karena Jembatan Bajarum memang berada di ruas jalan Trans Kalimantan Poros Selatan yang keberadaannya menghubungkan lima kabupaten di wilayah barat Provinsi Kalteng.<br /><br />Bagi Kotim sendiri, jembatan itu sangat penting untuk distribusi barang dan jasa dari Sampit menuju kawasan utara Kotim atau sebaliknya yang selama ini sangat tergantung pasokan barang kebutuhan dari Sampit.<br /><br />Selain itu, selama ini berbagai jenis barang kebutuhan di Kotim dan sekitarnya masih ada yang dipasok melalui Kalimantan Selatan yang otomatis harus melewati Jembatan Bajarum untuk sampai menuju Sampit.<br /><br />“Harus ada solusi agar bukan cuma penumpang yang bisa melewati kawasan itu, tetapi juga barang. Mudah-mudahan pemerintah daerah bisa segera menyediakan feri penyeberangan untuk angkutan barang dan mobil,” harap Zulkifli.<br /><br />Mantan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Perwakilan Kotim ini mengatakan, harus ada solusi cepat untuk distribusi barang agar tidak memengaruhi stok sehingga akan berimbas pada kenaikan harga.<br /><br />Feri penyeberangan sangat dibutuhkan karena jika angkutan barang harus menempuh jalur alternatif melewati Telawang-Kuala Kuayan-Parenggean dan Pelantaran, maka akan menyebabkan ongkos angkut membengkak akibat biaya bahan bakar dan waktu tempuh.<br /><br />Sementara itu, Bupati Kotim H Supian Hadi mengatakan, pemerintah daerah akan mengalihkan feri penyeberangan yang selama ini digunakan masyarakat di Kecamatan Seranau untuk sementara waktu dialihkan ke Bajarum.<br /><br />Penyediaan feri untuk membantu masyarakat dan pengendara roda dua menyeberangi Sungai Mentaya di sekitar lokasi jembatan, sedangkan untuk feri penyeberangan kendaraan roda empat masih menunggu bantuan dari Kementerian Perhubungan. <strong>(das/ant)</strong></p>


















