Kesenian Topeng "prembon" Menjadi Wadah Pemersatu Bangsa

oleh

Kesenian topeng "prembon" yang berlangsung di Panggung Parahita Mandala RRI Denpasar, Sabtu malam, diharapkan menjadi pemersatu masyarakat Pulau Dewata dalam mencintai kesenian dan budaya Bali. <p style="text-align: justify;">"Kegiatan kesenian ini merupakan wadah pemersatu masyarakat bersama karyawan RRI Denpasar dalam mencintai kesenian Bali," ujar I Nyoman Ariadi Putra, selaku Ketua Panitia Pagelaran Topeng Prembon RRI Stasiun Denpasar.<br /><br />Ia mengatakan, dengan adanya pagelaran Topeng tersebut diharapkan generasi muda dan masyarakat dapat terus mencintai keseniannya dan tetap menjaga kelestarian budaya yang sudah dibangun oleh leluhur sejak lama.<br /><br />Nyoman Ariadi mengakui penari Topeng "Prembon" tersebut langsung dipersembahkan oleh keluarga kesenian Bali LPP RRI Denpasar yang juga dalam rangkaian kegiatan Hari Raya Nyepi Saka 1937.<br /><br />"Mudah-mudahan kegiatan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat, khususnya generasi muda agar lebih mencintai kesenian lokal," ujarnya.<br /><br />Selain menampilkan topeng prembon, lanjut dia, dalam acara itu juga menyuguhkan kegiatan Dharma Santhi yang dispamaikan oleh Ketua Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Bali yang diharapkan terus terjalin kekerabatan antarsesama karyawan RRI Denpasar secara keseluruhan, maupun masyarakat.<br /><br />Dalam acara itu juga dihadiri ketua PHDI Bali, Prof DR I Gusti Ngurah Sudiana, MSi dan Anggota Dewan Pengawas RRI, IB Alit Wiratmaja yang juga mengharapkan kegiatan Topeng Prembon tersebut dapat melestarikan budaya Bali dan terus berinovasi dalam berkesenian.<br /><br />Selain itu, ratusan masyarakat yang hadir dalam pagelaran itu sangat antusias menyaksikan kesenian yang ditampilkan oleh keluarga kesenian Bali LPP RRI Denpasar tersebut.(Ant/Kn)</p>