Ketinggian Gelombang Perairan Kalbar Relatif Stabil

oleh

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Maritim Pontianak, Kalimantan Barat, Sabtu menyatakan, ketinggian gelombang beberapa perairan provinsi itu relatif stabil atau rata-rata di bawah satu meter, sehingga aman untuk pelayaran kapal motor kecil. <p style="text-align: justify;">"Ketinggian gelombang dari sabtu (28/5) hingga Minggu (29/5) relatif aman untuk pelayaran menggunakan kapal motor kecil," kata Prakirawan BMKG Maritim Pontianak, Prada Wellyantama.<br /><br />Ia menjelaskan, meski pun rata-rata ketinggian gelombang di sejumlah perairan Kalbar relatif aman tetapi bisa saja berubah sewaktu-waktu karena cuaca di Kota Pontianak dan sekitarnya saat ini sering diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang malah menimbulkan angin puting beliung.<br /><br />Data BMKG Maritim Pontianak, ketinggian gelombang dari Sabtu hingga Minggu di perairan Natuna 0,5 – 1,2 meter, Pontianak 0,3 – 1,2 meter, Kepulauan Tambelan 0,5 – 1,2 meter, Sambas 0,5 – 1,2 meter, Singkawang 0,3 – 0,7 meter, Karimata 0,5 – 1,5 meter, dan perairan Ketapang 0,5 – 1,0 meter dengan rata-rata kecepatan angin 6 – 11 knot.<br /><br />BMKG Pontianak mengimbau para nelayan yang masih menggunakan kapal motor kecil untuk meningkatkan kewaspadaan ketika akan turun melaut, serta memperhatikan aspek keselamatan.<br /><br />Menurut Prakirawan BMKG Pontianak, pemicu gelombang tinggi biasanya karena faktor cuaca buruk, seperti hujan yang disertai angin kencang, sehingga meski pun cuaca cerah kalau tiba-tiba hujan bisa memicu gelombang.<br /><br />Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Bandar Udara Supadio Pontianak memperkirakan cuaca panas yang saat ini terjadi di Kalimantan Barat akan berlangsung hingga Agustus 2011 diselingi hujan dengan intensitas rendah.<br /><br />Menurut BMKG Bandara Supadio cuaca panas masih terjadi hingga Agustus khususnya di Kabupaten Kubu Raya, Kota Pontianak, Kabupaten Landak, Sekadau, Melawi, Sintang, Kapuas Hulu, Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara.<br /><br />Terjadinya badai di Filipina beberapa waktu lalu, sehingga seluruh uap air di udara Kalimantan tertarik ke negara itu. <strong>(phs/Ant)</strong></p>