Ketjasama MPA Dengan Jepang Tetap Dilanjutkan

oleh

Jepang tidak menunda kerja sama pembangunan Metropolitan Priority Area yang telah ditandatangani dengan Indonesia meski negara itu dilanda bencana tsunami berskala besar. <p style="text-align: justify;">Jepang tidak menunda kerja sama pembangunan Metropolitan Priority Area yang telah ditandatangani dengan Indonesia meski negara itu dilanda bencana tsunami berskala besar. <br /><br />Usai rapat kabinet bidang ekonomi di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin, Menko Perekonomian Hatta Radjasa mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan Duta Besar Jepang untuk mendapatkan kepastian tidak ada penundaan kerja sama.<br /><br />"Tapi yang datang semula menteri, sekarang wakil menteri," ujarnya.<br /><br />Pada 17 Maret 2011, Hatta menjelaskan, tetap digelar pertemuan perdana membahas MPA untuk membangun kawasan industri terpadu berdasarkan pembagian zona industri di Indonesia.<br /><br />"Jadi program itu berjalan terus, tidak ada penundaan. Mereka konsisten, segala sesuatu yang berjalan tetap berjalan," ujarnya.<br /><br />Hatta mengatakan tsunami Jepang tentu akan berdampak terhadap Indonesia karena Jepang untuk sementara menghentikan produksi manufaktur.<br /><br />Namun, setelah mengatasi infrastruktur yang rusak akibat bencana alam dan telah melakukan rehabilitasi serta rekonstruksi, Jepang diharapkan akan membutuhkan komoditas impor dari Indonesia.<br /><br />"Dan jangan salah, impor dari Indonesia memang bahan-bahan yang dibutuhkan seperti energi, pangan, dan bahan-bahan untuk "feedstock" untuk manufaktur mereka," ujarnya.<br /><br />Sementara itu, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan sampai saat ini belum ada dampak tsunami Jepang terhadap industri otomotif Jepang di Indonesia.<br /><br />Menurut dia, hubungan antar-swasta tidak akan terganggu namun kerja sama yang melibatkan dukungan pemerintah mungkin akan ditunda.<br /><br />"Mungkin ada pergeseran jadwal perundingan karena skala prioritas pemerintahnya kan berubah," demikian jelas Hidayat. (Eka/Ant)</p>