Tingkat kunjungan wisata ke kawasan Bukit Kelam dan Betang Panjang terus menunjukan tren positif yang diringi dengan tingkat penjualan kain tenun ikat Dayak yang terus meningkat. Hal tersebut karena seringnya Kabupaten Sintang menjadi tuan rumah beberapa kegiatan tingkat propinsi bahkan nasional sehingga mendatangkan banyak orang. Selain itu, terlihat adanya tren para tokoh masyarakat dan agama di Kabupaten Sintang dan Kalimantan Barat untuk memiliki jas dan rompi dengan bahan tenun ikat. <p>Bupati Sintang Drs. Milton Crosby, M. Si ketika mengunjungi Betang Ensaid Panjang pada Kamis, 4 Agustus 2011 menuturkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang selalu memberikan kain tenun ikat Dayak sebagai cindermata kepada para tamu penting. “untuk itu, jangan sampai suatu saat kami kesulitan mencari kain tenun ini. Karena para tamu akan terus berdatangan ke Sintang ini. Kami selalu memberikan kain tenun sebagai cinderamata, supaya hasil kerajinan masyarakat kita terus dikenal oleh masyarakat luas” jelasnya. </p> <p>Ketua Dekranasda Kabupaten Sintang Ny. Katty Evelina Milton Crosby berharap kepada seluruh penenun tradisional yang ada di Kabupaten Sintang untuk terus menjaga produktifitas mereka dalam membuat tenun ikat, sehingga Kabupaten Sintang tidak akan pernah kekurangan stok kain tenun ikat.</p> <p>“kain tenun ikat sudah dikenal oleh masyarakat luas, untuk itu kita harus bisa menjaga keberlangsungan produksi, kualitas, dan variasi kain tenun. Sehingga kain tenun ikat Dayak Sintang akan terus dikagumi dan dicari oleh orang” pinta Ny. Katty Evelina Milton.</p> <p>Dalam kunjungan tersebut, Ketua Dekranasda Kabupaten Sintang memberikan dukungan moril kepada para penenun dengan cara belajar dan mempraktekan cara menenun dalam beberapa saat. “cukup sulit, dan memerlukan ketelitian, kerapian dan kerjakeras dari penenun untuk bisa menghasilkan sebuah kain tenun yang baik. Untuk itu, saya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sintang untuk menghargai hasil kerajinan para penenun” ajak Ny. Katty Evelina Milton.</p> <p>Beberapa waktu yang lalu, Tenun ikat Dayak mendaapatkan penghargaan dari pemerintah pusat sebagai warisan budaya. Penghargaan tersebut, diterima lansgung oleh Bupati Sintang di Jakarta.</p>














