Ketua DPRD Kalsel Marah Listrik "Byar Pet"

oleh

Ketua DPRD Kalimantan Selatan Nasib Alamsyah marah besar karena listrik dari PT PLN (Persero) Wilayah Kalselteng masih "byar pet" (hidup mati). <p style="text-align: justify;">"Saya sungguh marah besar kepada PLN, karena listrik sampai saat ini masih ‘byar pet’, sehingga ketenangan masyarakat jadi terganggu," katanya kepada ANTARA di Banjarmasin, Sabtu.<br /><br />"Keadaan ‘byar pet’ tersebut kelihatannya makin meluas belakangan ini, karena semakin banyak warga masyarakat yang mengeluh," lanjut politisi senior Partai Golkar itu.<br /><br />Sebagai contoh, kata dia, beberapa wilayah di Kota Banjarmasin yang menyampaikan keluhan pada Jumat (14/10) malam, karena pemadaman listrik, dan tidak ada penyelasan dari pihak PLN terlebih dahulu.<br /><br />"Kalau dipertanyakan sebab terjadi pemadaman atau ‘byar pet’, memang ada saja alasan. Namun alasan tersebut terkesan sepertinya yang itu-itu juga," katanya menegaskan.<br /><br />"Alasan yang mereka berikan umumnya terkait teknis, misalnya ada gangguan di pembangkit dan atau faktor alam lain, di antaranya kabel terkena pohon," tambahnya.<br /><br />Menurut dia, manajemen PLN hampir tidak mau mengakui kelemahan atau memang ketidakmampuan mengatasi masalah kelistrikan yang sekan sudah menjadi rutinitas, kecuali cuma pandai berjanji.<br /><br />Namun janji-janji tersebut, katanya, seakan hanya sekadar janji, seperti rencana pengoperasian pembangkit unit tiga Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut (Tala) Kalsel.<br /><br />"Janji itu beberapa kali molor, sehingga wajar kalau Gubernur Kalsel H Rudy Ariffin juga marah, karena pasokan kebutuhan listrik penduduknya yang kini berjumlah sekitar 3,6 juta jiwa, tak terpenuhi," katanya menegaskan.<br /><br />"Akibat kekurangan daya listrik itu, bukan cuma kenyamanan masyarakat umum terganggu, tapi juga perusahaan dan investasi menjadi kurang lancar, yang pada gilirannya berpengaruh terharap pertumbuhan ekonomi Kalsel," demikian Nasib Alamsyah.<br /><br />Sementara itu, ketika dikonfirmasi melalui telepon 123, saat terjadi pemadaman listrik, dari siang hingga malam hari, pihak informasi PLN menjelaskan bahwa keadaan tersebut karena gangguan pada pembangkit di PLTU Asam-Asam.<br /><br />Bagian informasi gangguan PLN tersebut tidak bisa memberi kepastian, kapan listrik menyala normal kembali, kecuali menyatakan, pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan.<br /><br />Di PLTU Asam-Asam (125 Km timur Banjarmasin) tersebut sekarang terdapat dua unit pembangkit, yaitu unit I dan II masing-masing berkapasitas terpasangan 65 Mega watt (MW).<br /><br />Guna menambah daya listrik di Kalsel atau wilayah Kalselteng, di PLTU Asam-Asam kembali akan dibangun dua unit pembangkit, yaitu unit III dan IV masing-masing juga berkapasitas terpasang 65 MW.<br /><br />Selain itu, pembangunan dua pembangkit di PLTU Pulang Pisau Kalimantan Tengah (sekitar 110 Km barat Banjarmasin) atau 89 Km timur kota Palangkaraya, ibukota provinsi tersebut.<br /><br />Namun dari dua unit pembangkit di PLTU Asam-Asam dan dua unit di PLTU Pulang Pisau itu, baru pembangkit unit III PLTU Asam-Asam yang mendekati operasional. <strong>(phs/Ant)</strong></p>