Ketua DPRD Kalsel Minta Kembangkan Biodiesel

oleh

Ketua DPRD Kalimantan Selatan, Kolonel Inf. (Purn) Nasib Alamsyah, meminta pengembangan biodiesel sebagai alternatif energi murah di provinsinya yang terdiri 13 kabupaten/kota. <p style="text-align: justify;">Permintaan itu dalam menjawab ANTARA Banjarmasin, Rabu, seiring peresmian proyek percontohan biodiesel PT Adaro Indonesia di Tanjung Kabupaten Tabalong Kalsel oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Darwin Zahedy Saleh.<br /><br />Pasalnya, menurut politisi senior Partai Golkar tersebut, biodiesel campuran solar dengan bahan baku buah tanaman jarak (Ricinus communis) termasuk bernilai ekonomi tinggi dan punya prospek baik.<br /><br />Selain itu, mengurangi emisi yang memicu pemanasan global, sehingga udara serta lingkungan hidup tetap terjaga atau paling tidak meminimalkan pencemaran, lanjut pensiunan perwira menengah TNI-AD tersebut.<br /><br />"Namun yang jelas dari keterangan ahlinya saat peresmian proyek percontohan biodiesel di Tanjung (232 Km utara Banjarmasin), dengan biodiesel dapat menghemat penggunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebagai pembangkit energi," tandasnya.<br /><br />"Oleh karena itu, baik secara pribadi maupun sebagai ketua dewan mendukung pengembangan biodiesel di Kalsel. Terlebih Kalsel memiliki lahan yang cukup potensial pula untuk pengembangan tanaman jarak," demikian Nasib Alamsyah.<br /><br />Sebelumnya atau saat peresmian proyek percontohan biodiesel di Tanjung, Selasa (31/5), Menteri ESDM Darwin, menyambut positif terhadap gagasan perusahaan pertambangan besar di bidang batu bara tersebut.<br /><br />Karena, menurut menteri, pengembangan bioenergi, seperti biodiesel merupakan sumbangsih konkret dalam mendiversifikasi energi, sekaligus meringankan beban pada penggunaan BBM yang berasal dari fosil seperti solar.<br /><br />"Apalagi kebutuhan solar di PT Adaro mencapai dua juta kiloliter per tahun atau sekitar seperenam (1/6) dari kebutuhan solar nasional sehingga perlu upaya untuk mengurangi ketergantungan pada energi yang berasal dari fosil," katanya.<br /><br />Proyek percontohan biodiesel di daerah "kota minyak" Tanjung itu merupakan kerja sama PT Adaro Indonesia dengan Komatsu dan United Tractors dengan memanfaatkan tanaman jarak atau "jatropha" di areal reklamasi perusahaan pertambangan batu bara tersebut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>