Ketua DPRD Sekaligus Ketua DAD, Jefrray Apresiasi Musdat Dayak Lebang Nado

oleh
oleh

SINTANG – ketua Dewan Adat Dayak Kabuputen Sintang yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sintang Jeffray Edward memberikan apresiasi atas terselenggaranya Musywarah Adat Dayak Lebang Nado.

Menurut Jeffray ini sangatlah penting untuk merumuskan adat istiadat dan budaya yang ada dan hal lainnya demi keberlangsungan adat itu sendiri terutama bagi generasi kedepannya.

“penting sekali bagaimana kita membenahi adat kita, terlebih perkembangan jaman saat ini juga harus diikuti, sehingga kita terpaku terhadap diri kita sendiri, sebagai contoh hukum-hukum adat harus di perbaharui, kalau memang ada yang kurang sesuai perkembangan jaman jadi harus di tambah dan inilah kesempatan suku Dayak Lebang di sini membicarakannya” kata Jeffray.

Sementara itu Ketua Panitia kegiatan Musyawarah Adat Dayak Lebang Nado Yohanes Jau mengatakan kegiatan Musdat ini di laksanakan selama tiga hari di mana hari pertama pembukaan oleh Bupati, hari kedua perumusan adat dan hari ketiga kegiatan penutup.

“berdasarkan AD RT untuk suku Lebang sudah 8 tahun tidak di laksanakan Musdat, oleh sebab itu kami memandang perlu untuk melakukan suatu penyegaran kemudian juga menyesuaikan perkembangan yang ada sehingga Musdat ini mutlak harus dilaksakan” kata Yohanes.

Sementara itu Bupati Sintang, Jarot Winarno pada saat pembukaan Musyawarah Adat (Musdat) Dayak Lebang Nado di wilayah Kecamatan Dedai dan Kayan Hilir di halaman Rumah Betang Dayak Lebang Nado, Desa Kumpang, Kecamatan Dedai, Minggu (31/3/19) mengaku bahagia dan memberikan apresiasi bisa hadir langsung membuka kegiatan Musyawarah Adat (Musdat) Dayak Lebang Nado tersebut, karena menurunya Musdat ini sangatlah penting untuk keberlanjutan masyarakat Dayak Lebang Nado, terutama untuk generasi yang akan datang.

“Apa yang di bahas dalam Musdat nantinya bukan untuk kebutuhan saat ini saja, tapi untuk generasi Dayak Lebang Nado yang akan datang, sehingga hal itu berkelanjutan, apa jadinya jika kita memenuhi kebutuhan sekarang tanpa melihat generasi yang akan datang” kata Jarot.

Lanjut Jarot, karena dalam masyarakat adat itu jelas diajarakan bagaimana hubungan manusia dengan manusia, antara manusia dengan puyang gana, antara manusia dengan alam dan hutan yang kita miliki.

“kalau kita membangun secara ekonomi, secara budaya dan adat, kemudian juga kita jaga tanah air kita atau benua kita, maka kalau kita bisa menyeimbangkannya pembangunan kita akan berlanjut kedepannya” tambahnya.

Jarot minta suku Dayak Lebang Nado harus melaksakan pertemuan akbar dengan mengumpulkan seluruh masyarakat adat Dayak Lebang Nado, karena kalau di lihat dari wilayah sebaran suku Dayak Lebang Nado itu ada di 93 kampung, sehingga kalau di kumpulkan menjadi satu dalam sebuah acara maka di situkan akan tercipta kekuatan yang besar bagi suku Dayak Lebang Nado untuk menyamakan persepsi demi keberlangsungan adat istiadat dan bidang kehidupan lainnya.

“kalau berkumpul semua itu kan pasti ramai dari 93 kampung, bukan untuk demo, bukan untuk protes tapi untuk menyatukan sikap persepsi yang sama kemudian menuntut pembangunan yang sama rasa, sama rata bagi masyarakat suku Lebang, jadi saya anjurkan boleh bertemu seluruhnya di kumpul 93 kampung, nanti Pak Jefray sebagai ketua DAD hadir ngasi orasi, saya juga hadir agar sama-sama kita bahas kedepanya”pinta Jarot. (*)