Massa dari Serikat Pekerja Perkebunan Nusantara PTPN 13 yang mendatangi gedung DPRD Sintang, akhirnya diterima langsung Ketua DPRD Sintang Harjono yang langsung memimpin pertemuan di ruang rapat paripurna. <p style="text-align: justify;">Ruang rapat tak mampu manampung 250 orang yang seluruhnya masuk, sehingga sebagian besar massa terpaksa ada yang berdiri dan duduk dilantai.<br /><br />Ketua DPRD Sintang Harjono yang meminpin pertemuan menyatakan terima kasihnya kepada massa yang datang dengan tertib, meskipun tidak semuanya mendapatkan tempat di dalam ruangan.<br /><br />“Mohon maaf atas ketidak nyamanannya, karena ruangan kita yang terbatas sehingga ada dari saudara-saudara yang berdiri bahkan duduk dilantai,” kata Harjono membuka pertemuan.<br /><br />Dalam pertemuan yang berlangsung hampir 2 jam tersebut, Ketua SPBUN PTPN 13 Maulana menyatakan dihadapan Dewan bahwa kedatangan mereka untuk meminta jaminan perlindungan dari wakil rakyat termasuk juga aparat keamanan terkait dengan nasib ribuan buruh perkebunan yang saat ini merasa terancam bahkan di intimidasi oleh sekelompok masyarakat di wilayah Dait.<br /><br />“Bagaimana dengan nasib kami. Kami tidak bisa bekerja dengan tenang karena adanya intimidasi dari masyarakat yang mengklaim lahan. Ini sudah berlangsung lama,” ujar Maulana.<br /><br />Dirinya selaku ketua SPBUN, meminta anggota dewan dari komisi terkait untuk turun kelapangan guna menyelesaikan masalah ini, sebab jika didiamkan berlarut-larut akan menjadi masalah besar.<br /><br />“Kami mohon kepada anggota dewan yang terhormat untuk turun kelapangan menyelesaikan masalah tersebut,” ungkapnya.<br /><br />Ketua DPRD Sintang Harjono atas permintaan tersebut, dan berdasarkan koordinasi dengan anggota lainnya menyatakan akan turun kelapangan 7 hari lagi.<br /><br />“Kami sudah memutuskan akan turun kelapangan 7 hari lagi,” kata Harjono.<br /><br />Mendengar hal tersebut, massa memprotes dan hujan interupsipun terjadi di dalam ruangan paripurna. Mereka meminta agar dewan segera mengambil sikap secepatnya untuk turun kelapangan.<br /><br />“Kami minta dewan segera ke lapangan paling lambat dua hari, terhitung mulai hari ini. Kami tidak bisa menunggu lama, karena keluarga kami butuh makan,” teriak salah seorang .<br /><br />Hal yang sama juga disampaikan oleh warga lainnya, bahkan meminta kepada dewan untuk membuat pernyataan tertulis dan ditandatangani anggota dewan yang hadir dalam pertemuan tersebut.<br /><br />Mendapat desakan, Harjono sempat terpancing adrenalinnya dan menegaskan tetap pada keputusannya.<br /><br />“Tadi kami sudah putuskan, 7 hari lagi. Titik!” tegas Harjono.<br /><br />Massapun akhirnya sepakat untuk menunggu kedatangan tim dari DPRD Sintang turun ke lapangan 7 hari lagi terhitung dari sekarang, Kamis (02/01/2011). <strong>(*)</strong></p>


















