Ketungau Harus Kejar Ketertinggalan

oleh

Kecamatan Ketungau Hulu, salah-satu dari 14 Kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang, kedepan akan miliki 39 Desa. Sejumlah Desa disana, ada yang berhadapan langsung dengan negeri jiran Sarawak – Malaysia. <p style="text-align: justify;">Akan ada 11 Desa baru di Kecamatan Ketungau Hulu ini. Yaitu, Mungguk Entawak dan Embalih, yang mekar dari Desa Empura; Idai yang mekar dari Desa Nanga Bayan; Sungai Kelik yang mekar dari Desa Jasa; Sebuluh, Riam Sejawak dan Engkeruh, yang mekar dari Desa Rasau; Sungai Mawang yang mekar dari Desa Suak Medang; Ujung Kempas yang mekar dari Desa Sebadak; Neraci Jaya yang mekar dari Desa Muakan Petinggibertambah menjadi Desa Mungguk Entawak dan Desa Embalih. Desa Nanga Bayan; dan Sejawak yang memekarkan diri dari Desa Nanga Sebawang.<br /><br />Menurut Camat Ketungau Hulu, Gambang, warga Kecamatan ini menaruh harapan besar sejak ditetapkan sebagai Lokasi Prioritas (Lokpri) I oleh Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP). Ditambah dengan hadirnya 11 Desa baru, mudah-mudahan dapat mengejar ketertinggalan dari daerah-daerah lain, ucapnya kepada kalimantan-news Sabtu (6/4/2013)<br /><br />Dikatakannya, Kecamatan ini pernah tidak sempat dibangun selama bertahun-tahun. Kondisi ini akibat,  Ketungau Hulu menjadi salah-satu medan konfrontasi antara Indonesia dan Malaysia. Konfrontasi usai, dilanjutkan dengan operasi penumpasan PGRS/Paraku. Ketika semuanya ini usai, Ketungau Hulu masih belum juga menjadi perhatian, karena dibelahan lain Indonesia terjadi berbagai bencana alam yang sangat menguras kemampuan negara, tutur Gambang.<br /><br />Harapan lain dalam mengejar ketertinggalan, adalah Forum Pembentukan Kabupaten Ketungau (FPKK). Forum ini, telah membentuk FPKK Tingkat Kecamatan di Ketungau Hulu, Ketungau Tengah dan Ketungau Hilir. Pemekaran Kabupaten ini, prosesnya telah sampai di Pemerintah Provinsi. Bupati Sintang Milton Crosby, juga telah setuju membantu pembiayaan Daerah Otonomi Baru ini selama 2 tahun, dan membiayai Pemilu pertama, ucapnya.<br /><br />kalimantan-news juga sempat mengontak 2 Camat lainnya. Yaitu Camat Ketungau Tengah, Selimin dan Camat Ketungau Hilir, Lunsa Balu. Menurut Selimin, Ketungau Tengah juga pernah menjadi medan konfrontasi Malaysia. Ini dapat dibuktikan dengan keberadaan Makam Pahlawan di Nanga Merakai. Menurutnya pula, kondisi Ketungau Tengah tidak jauh beda dengan Katungau Hulu. Utamanya untuk 10 Desa yang berada di bagian kanan mudik sungai Ketungau.<br /><br />“Terkait Pemekaran Desa, Ketungau Tengah dari 20 Desa, akan menjadi 29 Desa,” terang Selimin.<br /><br />Sementara menurut Lunsa Balu, jangan dipandang karena posisinya dihilir kemudian Ketungau Hilir lebih maju dari 2 Kecamatan dihulu. Kelebihan Ketungau Hilir, hanya tidak ada lagi daerah yang terisolir. Dalam hal pembangunan lainnya, Ketungau Hilir sama tertinggalnya dengan 2 saudaranya dihulu. Dengan disetujuinya Pemekaran Desa, di Kecamatan ini yang semula ada 17 Desa, akan menjadi 24 Desa, terang Lunsa.<strong> (das/Luc)</strong></p>