Kinerja Tim BBM Subsidi Kotim Perlu Dievaluasi

oleh

Lembaga Swadaya Masyarakat Forum Bersama Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menilai gagal dan perlu dievaluasi kinerja tim pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi daerah tersebut. <p style="text-align: justify;">"Tim ini memang sering turun ke lapangan melakukan penertiban, namun dari ratusan kasus yang ditangani belum satupun dilimpahkan ke pengadilan apalagi sampai putusan," kata Ketua LSM Forum Bersama Kotim, Audy Valend di Sampit, Rabu.</p> <p style="text-align: justify;">Belum ada pelaku yang diadili tersebut merupakan kegagalan tim gabungan bentukan pemerintah Kotim yang terdiri dari, TNI/Polri, LSM, Satpol PP dan instansi terkait itu karena kasus yang diserahkan ke aparat kepolisian tidak dikawal hingga tuntas.</p> <p style="text-align: justify;">Seharusnya setiap kasus temuan yang diserahkan penanganan kepada aparat kepolisian dikawal hingga putusan di pengadilan, sehingga dapat membuat efek jera bagi pelaku penyelewengan.</p> <p style="text-align: justify;">Tindakan yang dilakukan tim pengawasan pendistribusian BBM bersubsidi juga tidak menyelesaikan masalah, namun sebaliknya malah menimbulkan permasalahan. Bahkan kini, masyarakat kini kesulitan mendapat minyak tanah, solar dan premium.</p> <p style="text-align: justify;">Antrean di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dari hari ke hari semakin panjang, harga minyak tanah juga terus naik mulai dari Rp6.000-Rp9.000/liter di tingkat pengecer.</p> <p style="text-align: justify;">"Kami harap Bupati Kotim mengevaluasi kinerja tim pengawas BBM bersubsidi, sebab jika tidak maka praktek penyelewengan di Kotim tidak dapat diberantas hingga tuntas," katanya.</p> <p style="text-align: justify;">Sekretaris Daerah (Sekda) sekaligus Penangung jawab tim, Putu Sudarsana sebelumnya mengatakan, tim yang dipimpinnya selama ini sudah bekerja maksimal bahkan cukup bagus dan kinerjanya lebih baik dibandingkan dengan daerah lain.</p> <p style="text-align: justify;">"Dalam tiga bulan terakhir, tim BBM bersubsidi Kotim berhasil mengungkap sejumlah penyelewengan BBM bersubsidi yang dilakukan pihak pangkalan minyak tanah," katanya.</p> <p style="text-align: justify;">Sedikitnya 16 pangkalan minyak tanah di Kotim direkomendasikan tim pengawas untuk dicabut izinnya. Kasus penyelewengan BBM subsidi yang telah diserahkan kepada aparat kepolisian, tim tidak memiliki kewenagnan atau tidak berhak campur tangan.</p> <p style="text-align: justify;">Tim pengawas pendistribusian BBM subsidi Kotim juga akan terus melakukan penertiban terhadap agen dan pangkalan minyak tanah, termasuk terhadap SPBU.</p> <p style="text-align: justify;">"Jika ditemukan pelanggaran, kami tidak akan segan-segan memberi sanksi yang seberat-beratnya, mulai dari penghentian pasokan hingga pencabutan izinnya," demikian Putu Sudarsana. <strong>(phs/Ant)</strong></p> <p style="text-align: justify;"> </p>