KKL Mahasiswa STIMA Berkesan Dimata Warga Desa

oleh

Pengabdian 67 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam Ma’Arif (STIMA) Sintang dalam melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di desa Kelakik, Semading Lengkong Kecamatan Nanga Pinoh dan dan Desa Tanjung Paoh Kecamatan Pinoh Utara membawa kisah sukses dan kesan yang baik dimata warga. Bahkan, warga desa tempat pengabdian menginginkan lebih lama lagi. <p style="text-align: justify;"><br />“Kemarin, (Senin lalu, red) kita sudah pamit dengan warga dan pemerintah desa. Namun, mereka masih ingin kita tetap disana. Tapi, lantaran memang sudah jadwalnya pulang, kita pun terpaksa pulang,” ungkap Ketua STIMA Sintang, Sukhairi Msi, Rabu (4/3/2015).<br /><br />Wajar saja bila masyarakat desa ingin pengbdian terus diperpanjag. Lantaran ungkap, warga desa sangat haus akan sentuhan-sentuhan agama. Apalagi mahasiswa bukan hanya memberi bantuan fisik, namun non fisik pun diberikan.<br /><br />Kegiatan fisik yang diberikan mahasiswa  STIMA Sintang diantaranya kebersihan lingkungan, terutama kebersihan masjid dan komplek makam.  Membuat papan nama alamat rumah warga.<br /><br />Lalu, ungkap Sukhairi, non fisik yang diberikan berupa mengajar anak-anak  desa agama di TPA yang ada di masjid. Menggelar pengajian ibu-ibu dan  laki-laki yang desa. Hingga nuasa agama di desa semakin semarak.<br /><br />“Kita sangat berterimakasih terhadap warga dan pemerintah desa Kelakik, Tanjung Paoh dan Semadin lengkong yang telah menerima kehadiran dan dukungan atas program pengandian ini. Demikian pula dengan pemerintah kecamatan Nanga Pinoh,” ujarnya.<br /><br />Terpisah, camat Nanga Pinoh Aimulnija mengatakan apa yang telah dilakukan oleh mahasiswa STIMA Sintang sangat besar artinya bagi masyarakat desa. Terutama bidang keagamaan.<br /><br />“Kita berharap agar tahun-tahun ke depan mereka bisa menganbdi kembali di desa-desa lainnya. Bukan hanya di kecamatan Nanga Pinoh. Tetapi di kecamatan lainnya,”  harap laki-laki berkacamata ini. (Ira/Kn)</p>