KNPI Ingatkan Kaum Muda bahaya NII

oleh

Dengan bergejolaknya kembali gerakan radikal NII yang mulai menebar di Seantero Indonesia dengan sasaran rekrutmen remaja dan orang muda, menjadikan Komite Nasional Pemuda Indonesia yang merupakan wadah organisasi pemuda-pemudi di tanah air untuk menyikapi serta mengantisipasi gerakan NII tersebut. <p style="text-align: justify;">Menaggapi hal tersebut Ketua KNPI Cabang Sekadau , Sunardi S.Ip mengingatkan kepada para remaja dan kaum muda di Kabupaten Sekadau untuk saling mawas diri dan menjaga rasa kecintaan pada tanah air Inonesia agar tidak mudah terbujuk rayu oknum-oknum dari gerakan NII yang tidak menutup kemungkinan mencoba merambah Sekadau sebagai sasaran rekrutmen.<br /><br />“Walau dimasyarakat kita tidak terlalu menghebohkan hal ini, dan saya yakin pihak kepolisian dan pihak terkait sudah mewanti-wanti juga, tapi syapa tau dibalik tenang-tenang ada oknum gerakan ini mencoba masuk ke sekadau,”tutur Sunardi kepada kalimantan-news, Selasa (17/05/2011).<br /><br />Dari itu, sebagai bagian dari orang muda di Kabupaten Sekadau dan merasa memiliki tuga dan tanggung jawab untuk membina kaula muda, Sunardi mencoba mengajak seluruh lapisan masyarakat baik para orang tua, guru dan ormas yang ada untuk saling menggalang persatuan, guna menghidari pengaruh negatif yang sudah dikatakan menyimpang dari undang-udang dan padayancasila masuk ke sumber daya manusia muda Kabupaten Sekadau.<br /><br />Sejauh ini dikatkan Pria berbadan Gempal ini (Sunardi) dirinya secara tidak langsung ikut memonitor keadaan dan informasi yang berkembang melalui media massa yang ada baik nasional maupun lokal Sekadau.<br /><br />“Oke saat ini alhamdulilah, belum kita dengar ada remaja dan putra-putri kita yang terlibat untuk skala Sekadau, tapi putra-putri kita yang sekolah dan  kuliah di luar kota sampai di jawa sana, juga harus kita antisifasi terlibat, terutama para orang tua mereka harus memberikan peringatan,”paparnya.<br /><br />Sementara itu Salihin SE ketua Pemuda Muhamadiyah Kabupaten Sekadau megatakan bahwasanya perlu juga dicermati bersama, bahwa NII yang diberitakan akhir-akhir ini memiliki dimensi dinamika dalam kehidupan beragama, dan bernegara. <br /><br />“Dalam kehidupan beragama menunjukkan minimnya atau hausnya sebagian masyarakat akan pencerahan jiwa dalam menghadapi persoalan kehidupan, sehingga dengan pendekatan-pendekatan logis dan fragmatis dapat dengan muda menjadi solusi terhadap pencarian  yang galau,”tukasnya<br /><br />Dikatakanya, dalam kehidupan bernegara, menunjukkan laten politik tidak bisa hanya diredam dengan konfrontasi bersenjata, namun perlu juga memalui pendekatan ideologi, karena gerakan ini merupakan gerakan politik praktis dengan mengatas namakan agama pada tahap awalnya, namun dalam perjalannan gerakannya mengarah pada makar derhadap negara yang berdaulat.<br /><br />“Namun yang perlu juga diwaspadai adalah jangan sampai pemberitaan ini menjadi keran pengendali isu-isu nasional yang sangat mendesak untuk diselesaikan serta mendapat atensi yang prioritas dalam masalah kehidupan berbangsa dan bernegara,”pungkas Salihin.<strong> (phs)</strong></p>