Jajaran Kodam XII Tanjungpura siap mendukung Kepolisian Daerah Kalimantan Barat dalam menjaga distribusi BBM bersubsidi agar tetap sasaran dan tidak diselewengkan. <p style="text-align: justify;">"Bagus itu, kami setuju agar dilibatkan. Supaya tercipta sinergi antara TNI dan Polri," kata Pangdam XII Tanjungpura, Mayjen TNI Ridwan disela kegiatan operasi hernia dan bibir sumbing gratis di Rumah Sakit Kartika Husada Sungai Raya, Kubu Raya, Jumat.<br /><br />Menurut dia, TNI mempunyai jajaran hingga ke pelosok seperti Babinsa dan Koramil yang dapat membantu pengawasan.<br /><br />"Kami komitmen dengan Polda jika terjadi pelanggaran dalam distribusi," ujar dia.<br /><br />Ia menegaskan, kalau ada oknum dari TNI atau Polri yang melakukan penyelewengan BBM bersubsidi, akan ditindak tegas.<br /><br />"Contoh saja, kasus gula ilegal, kami hukum. Padahal orang POM (Polisi Militer), yang harusnya menegakkan hukum," kata Mayjen Ridwan.<br /><br />Ia siap menindaklanjuti laporan yang masuk mengenai dugaan penyelewengan BBM bersubsidi. "Kalah saya tidak tahu, biar wartawan SMS saja," kata dia.<br /><br />Kepala Polda Kalbar, Brigadir Jenderal (Pol) Tugas Dwi Apriyanto menyatakan, pihaknya siap mengamankan dan mengawal distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dari Depot Pertamina ke stasiun pengisian bahan bakar umum yang ada di provinsi itu, agar tidak diselewengkan.<br /><br />"Kami juga siap mengawasi pasca-naiknya BBM bersubsidi jenis premium nantinya agar tidak diselewengkan oleh para spekulan," kata Tugas Dwi Apriyanto, di Pontianak, Selasa (30/4).<strong> (das/ant)</strong></p>


















