Komisi V: Infrastruktur Indonesia Kritis

oleh

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Nusyirwan Sujono mengatakan, secara umum kondisi infrastruktur Indonesia masuk dalam kategori kritis. <p style="text-align: justify;">"Sehingga dibutuhkan upaya agar kesempatan-kesempatan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, tidak mengalami pelambatan," kata dia saat memimpin rombongan Komisi V DPR bertemu dengan jajaran Pemprov dan Muspida Kalbar di Pontianak, Senin malam.<br /><br />Ia mencontohkan Bandar Udara Soekarno Hatta di Cengkareng, Banten. Menurut dia, Bandara Soekarno Hatta kini sudah tidak mampu menampung jumlah penumpang yang menggunakan bandara paling sibuk di Indonesia itu.<br /><br />Kemudian, pelabuhan laut di Indonesia juga banyak yang mengalami nasib serupa. "Pelabuhan Tanjung Priok misalnya, juga sudah mengalami kepenuhan kapasitas," ujar dia.<br /><br />Pemerintah, lanjut dia, bersama DPR, sudah mengupayakan sejumlah langkah. Diantaranya pengembangan Bandara Soekarno Hatta yang kini tengah berlangsung. Lalu, pembangunan pelabuhan baru di Tanjung Priok.<br /><br />Sementara untuk Pontianak khususnya Kalbar, Komisi V DPR sudah meninjau Pelabuhan Dwi Kora. Menurut dia, sudah ada beberapa perubahan di Pelabuhan Pontianak. "Sekarang sudah ada lima ‘crane’ dengan harapan optimalisasi kapasitas dapat terlampaui," kata dia.<br /><br />Namun, pemerintah maupun DPR sudah harus konsisten dalam pembangunan infrastruktur di Kalbar. Nusyirwan Sujono menambahkan, dibutuhkan integrasi secara menyeluruh semua bidang. "Baik Kalbar maupun nasional," kata dia menegaskan.<br /><br />Gubernur Kalbar Cornelis menegaskan bahwa infrastruktur memegang peranan penting dalam pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah.<br /><br />"Untuk pembangunan infrastruktur di Kalbar, saya siap memberi rekomendasi, juga siap pasang badan," katanya menegaskan.<br /><br />Ia meminta agar sejumlah program nasional di bidang infrastruktur dituntaskan. Misalnya jalan trans Kalimantan poros selatan termasuk Jembatan Tayan.</p> <p style="text-align: justify;">"Jembatan Tayan katanya sudah tender, tetapi tidak tahu kapan peletakan batu pertama dilakukan," ujar Cornelis.<br /><br />Selain itu, lanjut dia, juga jalan strategis nasional serta yang menuju kawasan perbatasan antara Indonesia dengan Malaysia di Provinsi Kalbar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>