Home / Tak Berkategori

Komisi X Prihatin Masih Rendahnya Daya Serap Anggaran Bekraf

- Jurnalis

Kamis, 28 April 2016 - 02:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Komisi X DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) Triawan Munaf, dengan agenda pembahasan tentang realisasi pelaksanaan APBN tahun 2016 per 31 Maret 2016, dan persiapan pembahasan RAPBN Perubahan tahun 2016. <p style="text-align: justify;">Dalam paparannya Triawan Munaf menyampaikan bahwa daya serap anggaran Bekraf sampai dengan 31 Maret 2016 baru mencapai 0,94 persen. Sementara terkait dengan agenda persiapan pembahasan RAPBN Perubahan Tahun 2016, Bekraf telah mendapatkan penghematan belanja sebesar Rp. 89 Milyar. Oleh karenanya Bekraf tidak akan mengusulkan APBN Perubahan.<br /><br />Anggota Komisi X Dadang Rusdiana menyatakan prihatin atas rendahnya daya serap anggaran Bekraf yang hanya mencapai 0,94 persen tersebut.<br /><br />“Tentu kita ikut prihatin atas serapan yang masih rendah, hal ini lebih diakibatkan karena  problem profesionalitas birokrasi yang dimiliki,” ujar Dadang di Gedung Parlemen, Senayan Jakarta, Kamis (28/4).<br /><br />Menurutnya, harus dilakukan beberapa langkah-langkah besar atau Giant Step oleh Badan Ekonomi Kreatif. “Revisi anggaran serentak seperti apa yang akan dilakukan oleh Kepala Bekraf, dan ketika Bekraf melakukan sertifikasi pejabat pengelola keuangan, mungkinkah dapat memberikan jaminan bahwa proses lelang bisa selesai pada bulan Juli 2016 seperti yang di sampaikan dalam paparan Kepala Bekraf,” tanya Anggota Dewan dari F-Hanura dapil Jawa Barat II tersebut.<br /><br />Berkenaan dengan dibukanya Daftar Negatif Investasi (DNI), dimana perfilman dibuka untuk investasi 100 persen, Komisi X ingin memastikan apakah pihak Bekraf dapat menjamin kualitas film Indonesia akan meningkat.<br /><br />“Ketika DIN ini dibuka, kemudian terjadi matinya film Indonesia dan semakin maraknya film-film yang kontennya dari luar, bagaimana kita akan memproteksi masalah itu,” tandasnya.<br /><br />Pembukaan DIN ini juga berdampak pada kebudayaan nasional Indonesia, sudahkah pemerintah menyiapkan regulasi-regulasi, ketika ada pihak manapun yang melakukan investasi,  dipastikan tidak membawa serta paham-paham tertentu yang dapat berakibat pada masyarakat hingga merasa asing di negaranya sendiri. (dep,mp)</p> <p style="text-align: justify;">Sumber: http://www.dpr.go.id</p>

Berita Terkait

Anggota DPRD Sintang Kusnadi Ajak Masyarakat Aktif Sampaikan Aspirasi Demi Pembangunan Daerah
Perbaikan Jalan Badayan–Nanga Libau Dikebut, Akses Warga Sepauk Diharapkan Membaik
Kusnadi Minta Pemprov dan Pemkab Sinkronkan Program demi Pemerataan Pembangunan Desa
Pansus LKPj DPRD Kaltara Konsultasi ke Kemendagri, Perkuat Pengawasan Kinerja Gubernur
Anggota DPRD Sintang Nikodemus Tekankan Pentingnya Strategi Pemerintah untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat
Sebastian Jaba: Guru Harus Kreatif dan Inovatif Hadapi Tantangan Pendidikan Berkualitas Menuju Generasi Emas 2045
Polsek Tanjung Redeb Bersama Warga Gotong Royong Perbaiki Jembatan Merah Putih Sei Tarum
Satlantas Polres Kutim Gelar SIM Keliling di Kaliorang, Permudah Akses Layanan Masyarakat

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 21:46 WIB

Anggota DPRD Sintang Kusnadi Ajak Masyarakat Aktif Sampaikan Aspirasi Demi Pembangunan Daerah

Jumat, 10 April 2026 - 21:38 WIB

Perbaikan Jalan Badayan–Nanga Libau Dikebut, Akses Warga Sepauk Diharapkan Membaik

Jumat, 10 April 2026 - 20:52 WIB

Kusnadi Minta Pemprov dan Pemkab Sinkronkan Program demi Pemerataan Pembangunan Desa

Jumat, 10 April 2026 - 20:06 WIB

Pansus LKPj DPRD Kaltara Konsultasi ke Kemendagri, Perkuat Pengawasan Kinerja Gubernur

Jumat, 10 April 2026 - 15:08 WIB

Anggota DPRD Sintang Nikodemus Tekankan Pentingnya Strategi Pemerintah untuk Kemajuan dan Kesejahteraan Masyarakat

Berita Terbaru

gamespools

aceplay99

dewaslot88

slot anti rungkat