Komitmen Menjaga Kerukunan Umat Beragama

oleh

Warga Kabupaten Melawi diimbau untuk tidak mudah terprovokasi dan menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan yang mengatasnamakan agama atau suku. Bahwa kedamaian dan kerukunan umat beragama di Melawi yang sudah terwujud, harus selalu tetap terjaga. <p style="text-align: justify;">Imbauan tersebut disampaikan Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin, SE, agar tidak terbawa emosi dalam menyikapi insiden rusuh mengatasnamakan agama yang terjadi di Tolikara, Papua, baru-baru ini. <br /><br />“Mari bersama menjaga Melawi agar tetap aman dan kondusif. Kita adalah keluarga besar yang harus bergandeng tangan tanpa melihat suku, agama maupun golongan. Mari kita tingkatkan tali persaudaraan sehingga kita bisa maju menjadi kabupaten yang besar,” ujar Abang Tajudin kemarin.<br /><br />Disampaikan politisi Partai Golkar ini, bila dulu para pendahulu kita bisa bersama-sama berjuang tanpa menonjolkan perbedaan, maka tidak ada alasan bila generasi sekarang justru terpecah karena perbedaan. “Para pejuang bahu-membahu tanpa tahu agama atau suku. Dengan ketulusan berjuang itu, kita bisa seperti sekarang. Kita tinggal menjaga dan melanjutkan tanpa melihat perbedaan-perbedaan,” tegasnya.<br /><br /> Menurut Tajudin, perbedaan adalah keniscayaan karena memang Tuhan menciptakan manusia berbeda satu sama lain. Namun, yang perlu dikedepankan adalah bagaimana menyatukan perbedaan tanpa perlu ada gesekan. “Saya berharap, kita bisa menyampaikan kepada masyarakat dan keluarga untuk tetap meningkatkan persaudaraan,” harapnya.<br /><br />Dia menambahkan, menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah keharusan, bahwa ke-bhineka-an di Melawi merupakan anugerah Tuhan yang harus dijaga, bahwa kedamaian dan kerukunan umat beragama di Melawi yang sudah terwujud harus selalu tetap terjaga, juga menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis yang mengatasnamakan agama.<br /><br />Dia juga mengajak kepada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi, juga menjaga toleransi kehidupan umat beragama dan saling menghargai kebebasan beribadah. (KN)</p>