Komnas HAM Investigasi ke Sintang

oleh

Komisi Nasional (Komnas) Hak Asasi Manusia (HAM) melakukan investigasi secara khusus untuk menelusuri kabar dugaan penembakan oleh aparat kepolisian kepada salah seorang warga di areal perkebunan kelapa sawit PT Sinar Dinamika Kapuas II, di Desa Lebak Ubah, Kecamatan Sungai Tebelian Sintang. <p>Investigasi dilakukan Komnas sejak Selasa (19/11) kemarin. Investigasi berlangsung selama dua hari. Tim, diketui Yhodhisman Sub Komisi Mediasi Komnas Ham itu,  turut didampingi perwakilan Komnas HAM Kalimantan Barat.<br /><br />Komnas HAM memperoleh kabar penembakan pada Minggu (17/11) atas informasi masyarakat. Hanya saja korban penembakan kini menghilang. Begitu pula dengan keluarga korban seakan takut memberikan informasi.   Kondisi tersebut membuat Komnas HAM agak terganjal  mengumpulkan fakta.<br /><br />"Kronologisnya masih ingin kita cari. Kita memang datang ke Sintang untuk investigasi soal penembakan. Kita telah mendatangi lokasi, tapi korban menghilang. Kabarnya lari ke hutan karena ketakutan," kata Yhodisman.<br /><br />Berdasar kabar yang berkembang, korban penembakan sempat menjalani perawatan medis. Namun usai berobat langsung menghilang. Dan, keberadaannya sempat ingin ditelusuri Komnas HAM tapi tetap tak membuahkan hasil.<br /><br />Yhodisman menambahkan, pemicu penembakan akibat pencurian buah tandan sawit. Tapi tindakan penembakan, lanjut dia, tetap tak dibenarkan. Pasalnya, aparat harus melihat pokok persoalan secara utuh.<br /><br />Yhodisman menambahkan, semestinya dalam menghadapi masyarakat pihak keamanan melakukan proses kekeluargan. Aparat  dalam melakukan tindakan juga diminta  melihat akar permasalahan yang terjadi di dalam masyarakat. “Aparat  harus melihat jika mereka mencuri karena apa. Jangan sedikit-sedikit main tembak,” kata dia.</p> <p>Lebih lanjut,  Komnas HAM mensinyalir pencurian yang dilakukan masyarakat ditengarai karena sebagian masyarakat sudah tidak memiliki tanah. Tanah dan kebun sudah dirampas  perusahan.  Sehingga terpaksa masyarakat melakukan tindakan pencurian. “Ini harus dicari jalan keluar. Untuk menyelesaikan masalah itu masyarakat perlu keadilan,” pungkasnya. (beny)</p>