Kompawi Minta Perhatian Seluruh Pihak

oleh

Koordinator Koalisi Organisasi Masyarakat Peduli Anak Melawi (KOMPAWI), Bahrum Sirait menilai kasus kekerasan maupun pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Melawi sudah masuk dalam kategori memprihatinkan. Bahkan, dikatakannya, sebenarnya fenomena seperti ini termasuk hubungan diluar nikah sudah seperti fenomena gunung es dimana kasus yang tak terungkap justru lebih banyak ketimbang yang muncul di permukaan. <p style="text-align: justify;">“Tak jarang hal-hal seperti ini diselesaikan secara kekeluargaan, atau dinikahkan bila sudah terjadi kehamilan di luar nikah. Hal ini seperti menjadi sebuah tren di masa kini,” paparnya.<br /><br />Sirait menilai berbagai penyebab kasus tersebut tentunya bisa disebabkan berbagai hal. Menurutnya saat ini, masyarakat tidak bisa hanya melihat terjadinya kehamilan di luar nikah semata, tapi justru peran sang orang tua yang seharusnya mengawasi juga dipertanyakan. Apakah memang tidak ada perhatian orang tua, kesibukan keduanya atau memang keadaan di sekeliling kita sudah sangat memprihatinkan.<br /><br />“Apakah memang tingkat moral anak-anaka kita sudah sangat menurun. Kewaspadaan harus diterapkan karena tak jarang pelaku kekerasan seksual bahkan merupakan orang terdekat,” ujarnya.<br /><br />Dikatakan Sirait, langkah terbaik untuk mengantisipasi terjadinya kasus perbuatan asusila atau bahkan pencabulan adalah dengan meningkatkan keimanan dan ketakawaan. Dengan keimanan yang kuat diharapkan sang anak dapat menjaga dirinya masing-masing untuk tidak melakukan perbuatan yang bisa merugikan dirinya. Selain itu pula, orang tua dan guru di sekolah juga harus menjaga dan mengawasi perilaku anak-anaknya.<br /><br />“Selain itu juga menjaga dari penyalahgunaan teknologi. Seperti saat ini diketahui bahwa internet dan handphone kerap menjadi sarana untuk melihat berbagai hal yang tidak pantas dipertontonkan. Teknologi juga menjadi sarana yang paling cepat untuk merubah pola pikir seseorang,” sarannya. (KN)</p>