Kondisi Balita Leukimia Karin Kian Memburuk

oleh

Masih ingatkah anda tentang seorang bocah berusia empat tahun asal Desa Binjai Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau yang difonis menderita leukimia (kanker darah) atas nama Karin. Saat ini kondisi Karin semakin memburuk, sementara kedua orang tuanya mengaku sudah tidak memiliki kemampuan lagi untuk membawanya berobat ke RSUD Sanggau. <p style="text-align: justify;">Ketika dikonfirmasi, Sabtu (9/7) ibu Karin Asniawati membenarkan bahwa kondisi puteri pertamanya tersebut semakin memburuk. Pasca tranfusi darah yang dilakukan terakhir kali pada 12 Juni 2011 yang lalu, saat ini menurutnya Karin sudah tidak mau makan seperti biasanya berat badanya pun terus mengalami penurunan akibat sakit yang dideritanya tersebut.<br /><br />“Kondisinya sudah sangat memburuk, kami sudah tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk kesembuhan Karin, saat ini hanya tinggal kulit yang menempel pada tulang Karin. Padahal beberapa hari setelah tranfusi darah di RSUD Sanggau pada Juni yang lalu masih mau makan seperti biasanya,” ungkap Asniawati.<br /><br />Dirinya dan juga sang suami Zakaria dikatakan Asniawati, sebenarnya ingin  kembali membawa puterinya tersebut untuk menjalani tranfusi darah di RSUD Sanggau. Hanya saja karena keterbatasan biaya maka upaya tersebut tidak dilakukan, dan hanya bisa melakukan upaya sebisanya selama Karin dirawat di rumah.<br /><br />“Ada sih yang menginformasikan tentang pengobatan tradisional yang katanya bisa menyembuhkan penyakit leukimia tersebut. Tapi yang disarankan sudah kami jalani belum ada perubahan sama sekali pada anak saya. Saat ini Karin masih kami rawat di rumah dengan upaya sebisanya yang bisa kami upayakan,” tandasnya.<br /><br />Upaya untuk mendatangkan dukun tradisional dan ustad guna meringankan beban yang diderita puterinya tersebut dijelaskan Asniawati juga sudah sering dilakukan. Hanya saja semua usaha yang dilakukan tidak membuahkan hasil sama sekali, bahkan kondisinya semakin memburuk dari hari ke hari hingga kini.<br /><br />“Kami pasrah kepada Tuhan, mungkin jika tidak ada orang yang bisa menolong anak kami ini maka kami tidak  akan bisa berbuat banyak. Hanya saja saya berharap ada yang peduli dengan kondisinya, agar anak kami semata wayang ini bisa disembuhkan karena dia anak kami satu-satunya,” ujar Asniawati.<br /><br />Seperti berita sebelumnya, Karin yang baru berusia empat tahun diduga kuat menderita penyakit kanker darah (leukimia) sejak bulan April 2011 yang lalu. Dalam sebulan Karin harus menjalani tiga hingga empat kali proses tranfusi darah, pada Juni 2011 ketika masuk di RSUD Sanggau berat karin sudah turun dari 18 Kg menjadi 12 Kg.<br /><br />Kedua orang tua Karin Asniawati dan Zakaria, kemudian memutuskan untuk membawa pulang Karin ke kampungnya di Kecamatan Tayan Hulu dari dirawat di RSUD Sanggau. Karena keterbatasan dana yang dimiliki oleh kedua orang tuanya. Namun sebulan setelah dibawa pulang kondisinya semakin memburuk meskipun pengobatan tradisional sudah diupayakan secara maksimal.<br /><br />Untuk masyarakat yang peduli untuk meringankan beban keluarga Karin  bisa menghubungi nomor Telepon Seluler 0821 4839 9239. Atau langsung menghubungi keluarga Karin di Desa Binjai Kecamatan Tayan Hulu Kabupaten Sanggau.<strong> (phs)</strong></p>