Kondisi Sungai Di Sekitar Darussalam Paling Berbahaya

oleh

Kondisi air sungai di sekitar pondok pesantren Darussalam Martapura Kabupaten Banjar Provinsi Kalimantan Selatan dinilai paling berbahaya karena dari hasil penelitian hampir semua kandungan berhaya berada di atas ambang batas. <p style="text-align: justify;">Kepada BLHD Provinsi Kalimantan Selatan, Ikhlas di Banjarmasin Rabu mengatakan, hampir semua kandungan berbahaya dalam air di daerah tersebut rata-rata berada di ambang batas, seperti kandungan T Coliform dalam air yang disebabkan sampah rumah tangga dan manusia mencapai 29.400 miligram.<br /><br />Padahal ambang batas kandungan T Coliform tersebut maksimal seharusnya hanya seribu miligram,tambahnya.<br /><br />"Berarti tingginya kandungan T Coliform mencapai 29 kalilipat lebih, dan hal tersebut sangat membahayakan kesehatan karena bisa menimbulkan diare dan penyakit lainnya," katanya.<br /><br />Apalagi, kata dia, banyak masyarakat sekitar yang memanfaatkan sungai tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.<br /><br />Selain itu, tambah dia, kandungan E.colinya atau bakteri yang berasal dari tinja manusia mencapai 5.800 miligram, padahal batas maksimal hanyalah 100 miligram, kandungan mangan atau Mn nya juga cukup tinggi, yaitu 0,0413 dari yang seharunya hanya 0,1 miligram.<br /><br />Begitu juga dengan zat besi atau Fe juga tinggi yaitu 0,6504 dari yang seharusnya hanya 0,3 miligram, namun khusus kandungan ini hulu intek PDAM jauh lebih tinggi yaitu 3.5410 miligram.<br /><br />Zat besi (Fe) sangat diperlukan oleh tubuh antara lain untuk pertumbuhan, bekerjanya berbagai macam enzim dalam tubuh dan yang paling penting digunakan untuk pembentukan hemoglobin.<br /><br />Selain itu kekurangan zat besi dapat menyebabkan gangguan susunan syaraf pusat, dapat mengurangi prestasi kerja, kecerdasan terhambat, menurunnya kekebalan terhadap infeksi.<br /><br />Namun, air minum yang mengandung kadar besi yang berlebihan dapat mempengaruhi kesehatan manusia.<br /><br />Persyaratan kadar besi dalam air minum dianjurkan tidak lebih dari 0,3 mg/l dan peruntukan perairan yang digunakan bagi keperluan pertanian sebaiknya memiliki kadar besi yang tidak lebih dari 20 mg/l.<br /><br />"Kondisi air baku kita memang cukup parah, sehingga wajar bila biaya pengolahan PDAM Kalsel cukup tinggi," katanya.<br /><br />Mengatasi berbagai kondisi tersebut, kata Ikhlas, khusus untuk mengurangi kandungan Ecoli adalah dengan mengangkat jamban di sungai, untuk itu pihaknya telah memberikan surat edaran ke seluruh kabupaten dan kota.<br /><br />"Tetapi faktanya baru Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang kini melakukan pengangkatan jamban sungai tersebut," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>