Konflik Di Papua Provokasi Pihak Luar

oleh

Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI-Polri (FKPPI), Pontjo Sutowo, menyatakan, konflik di Papua disebabkan provokasi yang berkepentingan dengan SDA di sana. <p style="text-align: justify;">"Provokasi ini dimunculkan pihak-pihak luar yang punya kepentingan dengan sumber daya alam Papua yang kaya raya tersebut," katanya di Sanur, Kota Denpasar, Bali, Minggu.<br /><br />Kalau tidak punya kekayaan alam, katanya, maka tidak akan ada provokasi di Papua.<br /><br />"Lihat saja di negara-negara Afrika yang miskin atau tidak mempunyai sumber daya alam selama ini mana ada kelihatan konflik atau memang sengaja dibiarkan saja," katanya.<br /><br />Sutowo mengatakan, dengan kekayaan alam yang dimilikinya, Papua diincar banyak pihak, terutama negara yang mempunyai kepentingan atau membutuhkan sumber daya alam.<br /><br />Terkait keinginan sebagian pihak di Papua yang merasa diperlakukan tidak adil, Sutowo menyatakan yang perlu dilakukan melakukan evaluasi terhadap otonomi daerah yang telah diberikan kepada provinsi tersebut.<br /><br />Kalau dalam konteks Irian (Papua), kini ada perasaan merasa tidak diperhatikan, ada keinginan menentukan nasib sendiri. Di negara merdeka seperti Indonesia, hal itu bukan bikin negara baru, tapi minta otonomi.<br /><br />"Kalau sudah diberi otonomi tetapi masih minta melepaskan diri, itu pasti ada provokasi," katanya.<br /><br />Menurut Sutowo, yang paling penting bagi bangsa Indonesia dalam menyelesaikan persoalan Papua adalah penyelesaian secara internal. Untuk itu harus buat suatu koridor, apalagi kita punya pengalaman dengan Provinsi Timtim. <strong>(phs/Ant)</strong></p>