Koni Desak Pemkot Tambah Anggaran Porprov

oleh

KONI Samarinda mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) untuk menambah jumlah anggaran sebagai tuan rumah penyelenggara dan persiapan atlet pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kaltim 2014 di Samarinda. <p style="text-align: justify;">Ketua KONI Samarinda Aidil Fitri di Samarinda, Kamis, mengatakan, KONI Samarinda tidak hanya dituntut sukses dalam penyelenggaraan saja, namun juga ditarget menjadi juara umum.<br /><br />"permasalahan utamanya adalah anggaran yang kami rasa minim, dengan beban target meraih juara umum dalam Porprov nanti," kata Aidil.<br /><br />Dia mengatakan, Pemkot Samarinda awalnya hanya menganggarkan Rp24 miliar yang berarti lebih kecil dari Porprov 2010 yang mencapai Rp30 milar.<br /><br />"Porprov tahun 2010 saja dengan anggaran Rp30 miliar kita tidak ditarget juara, lalu bagaimana dengan tahun ini yang jumlahnya lebih kecil dengan beban target juara" kata Aidil.<br /><br />Aidil mengatakan, beberapa rincian anggaran yang dibutuhkan terkait persiapan yang harus dilakukan, diantaranya adalah biaya disentralisasi atlit yang mencapai Rp1,3 miliar.<br /><br />Selain itu, kata Aidil, juga ada biaya pemusatan latihan atlit dari 37 cabor dan konsumsi mencapai Rp10, 44 miliar, ditambah biaya lain-lain termasuk bonus atlit yang membutuhkan dana hampir Rp9 miliar.<br /><br />Terkait hal ini, KONI juga sudah meminta Pemkot untuk menaikkan jumlah anggaran hingga Rp52 miliar.<br /><br />"Kami sudah mendapat janji dari Sekretaris Kota Balikpapan Zulfakar, untuk menambah jumlah anggran yang kami butuhkan, dan beliau secara lisan sepakat untuk menyetujui anggran yang kami ajukan," ujar Aidil.<br /><br />Menurut Aidil, anggaran senilai Rp52 miliar. Yang diminta diharapkan bisa dicairkan dalam dua tahap, sebanyak Rp29 miliar sebagai biaya operasional akan dicairkan dari APBD murni dan sisa Rp23 miliar akan dianggarkan dalam APBD perubahan.<br /><br />Sementara sisa yang ada di APBD Perubahan, akan dialokasikan sebagai bonus atlit sebesar Rp10,5 miliar dan pengadaan peralatan yang mencapai Rp12,5 miliar.<br /><br />Dia meminta apa yang disampaikan oleh Sekkot bukan sekadar janji-janji manis.<br /><br />"Dalam waktu dekat kami akan menggelar rapat membahas masalah ini, dan kami juga berharap wali kota langsung yang menghadiri, karena hanya beliau yang bisa memberikan keputusan," kata Aidil <strong>(das/ant)</strong></p>