Konsumsi Pertamax Di Balikpapan Meningkat 350 Persen

oleh
oleh

Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) jenis pertamax di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur meningkat hingga 350 persen setelah kenaikan harga bersubsidi dinaikkan pemerintah pada 18 November 2014. <p style="text-align: justify;"><br />"Sebelum kenaikan harga BBM bersubidi, konsumsi pertamax di Kota Balikpapan hanya sekitar 8 kiloliter per hari, setelah kenaikan harga BBM konsumsi langsung naik menjadi 66 kilo liter per hari," kata Senior Supervisor External Relation PT Pertamina (Persero) Unit Pemasaran VI Kalimantan Andar Titi Lestari di Balikpapan, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan di seluruh wilayah Kalimantan, terjadi kenaikan konsumsi pertamax rata-rata 21 persen per minggu.<br /><br />Menurut Titi Lestari dalam pengamatan Pertamina konsumen mulai merasakan manfaat lebih dari menggunakan pertamax meski harganya lebih mahal dibandingkan dengan premium yang disubsidi pemerintah.<br /><br />"Untuk membei pertamax konsumen hemat waktu, karena saat ini tidak ada antrean panjang seperti membeli premium," katanya.<br /><br />Menurut dia pertamax juga hemat karena angka oktannya tinggi. Di dalam ruang bakar mesin, bensin berkualitas tinggi ini hanya terbakar bila terkena percikan api busi.<br /><br />Pada pertamax, kata dia, ditambahkan detergency, pencegah korosi atau karat, dan demulsifier. Detergency membersihkan ruang bakar mesin, sehingga dapat mencegah karat mulai dari tangki bensin, saluran bahan bakar, hingga ruang bakar.<br /><br />"Demulsifier memisahkan air dari bahan bakar dan menjaga kemurnian bahan bakar dari air sehingga pembakaran tetap sempurna," katanya.<br /><br />Mengenai penyebab lebih mahalnya pertamak dibandingkan dengan premium, menurut dia, karena ada tambahan biaya distrubusi dan jarak menyebabkan harga bahan bakar minyak jenis pertamax dan pertamax plus berbeda di setiap tempat.<br /><br />"Karena itu harga pertamax di Jakarta hanya Rp9.000 per liter, sementara di Balikpapan Rp12.000 per liter. Harga pertamax di Jakarta bisa mencapai level tersebut karena banyak penghematan. Sebagian distribusi sudah menggunakan jalur pipa, sehingga harganya murah," katanya.<br /><br />Sementara di Kalimantan, kata dia, distribusi pertamax dan pertamax plus menggunakan banyak mobil tangki dan banyak daerah juga harus dipasok lewat laut dan sungai.<br /><br />"Karena itu kita menggunakan kapal. Untuk setiap moda transportasi, ada biaya angkutnya yang berbeda. Jarak yang relatif jauh antarpemukiman di Kalimantan juga menyebabkan distribusi BBM perlu ongkos lebih," kata Andar.(das/ant)</p>