Kontes burung berkicau se-Kalimantan Barat yang di laksanakan di lapangan bird club Sintang Jalan MT Haryono tepatnya di belakang SMA 2 diikuti oleh lebih dari lima ratusan peserta. <p style="text-align: justify;">Kontes ini diikuti oleh utusan dari sejumlah BC dari 13 kabupaten/kota di Kalbar dan hanya kota Pontianak saja yang absen dalam kegiatan ini. <br /><br />Djumadi, penanggung jawab kegiatan yang juga ketua BC Sintang mengatakan bahwa dalam kontes tersebut dibuka 18 kelas atau golongan. <br />Antara lain murai batu borneo A, kacer A, Cucak Hijau A, kenari, lovebird, Cucak Jenggot atau kapas tembak, murai batu open B, kacer B, Cucak Hijau B, Pleci, Serindit, Murai Batu Borneo C, Kacer C, Pentet, Ciblek dan campuran bebas. <br /><br />“Antusiasme pencinta burung di Sintang ini sangat luar biasa. Sampai hari ini di sintang sudah ada 8 club pencinta burung atau BC dan hanya Sintang yang bisa melaksanakan kegiatan seperti ini. Makanya sintang dijadikan sebagai barometer para pencinta burung ini,”ungkapnnya saat ditemui di sela-sela kegiatan kontes burung. <br /><br />Lebih lanjut, pria yang akrab di sapa dengan panggilan Mas Jum ini mengatakan bahwa munculnya olahraga yang digawangi oleh para pencinta burung ini memberikan dampak langsung bagi perekonomian masyarakat. Apalagi saat ini sudah banyak orang yang berminat untuk menekuni ternak burung ini. <br /><br />“Untuk makanan saja, diperlukan kroto, jangkrik dan pur. Kroto itu per kilonya bisa mencapai Rp 150 ribu. Ini kan peluang bagi usaha bagi masyarakat juga. Begitu juga dengan ternak jangkrik,”ujarnya.<br /><br />Para pencinta burung menurutnya tak sayang merogoh sakunya lebih dalam dan mengeluarkan uang lebih banyak untuk memelihara burung mereka. Hal ini menurutnya akan sebanding dengan keuntungan yang akan mereka dapatkan. <br /><br />“Kalau ikut lomba dan menang, harga burung itu bisa sampai ratusan juta. Bahkan ada satu ekor burung yang memang menang di sejumlah event dibeli dengan harga Rp 100 juta. Ada juga yang nernak burung, baru usia beberapa bulan sudah dibeli orang dengan harga sekitar Rp 650 ribu,”bebernya. <br /><br />Ia sendiri dalam satu bulan menurutnya harus mengeluarkan uang minimal Rp 1 juta untuk memelihara sejumlah burung kicau yang dimilikinya. Termasuk menyediakan makanan baik dalma bentuk kroto, jangkrik, pur maupun pudding khusus.<br /><br />“Untuk pemenang kontes burung ini panitia menyediakan hadiah mulai mulai dari Rp 2,5 juta sampai Rp 120 ribu untuk juara pertama hingga 10. Untuk penilaian, kita mengundang dari persaudaraan juri Indonesia atau PJI.<br /><br />Adi Sanusi pengusaha burung kicau yang juga panitia mengatakan bahwa ia memiliki seekor burung kacer yang diberi nama sun go kong. Burung itu ia beli dari Djumadi hanya dengan harga Rp 4 juta. Dalam perawatanya kacer tersebut sangat membawa hoki baginya. Sun go kong menurutnya sudah beberapa kali menjuarai kontes burung baik local maupun provinsi dan nasional. <br /><br />“Pernah di tawar sampai Rp 100 juta, tapi saya tidak lepas. Kalau dihitung saya sudah dapatkan lebih dari Rp 180 juta dari si sun go kong itu, karena dia selalu menang dalam hampir setiap kontes,”ujarnya.<br /><br />H.Herry Syamsudin pencinta burung kicau yang juga salah satu sponsor kegiatan mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan oleh pencinta burung dengan menggelar kontes kicau merupakan salah satu upaya untuk melestarikan burung. <br /><br />“Kalau burung masih berkicau itu menjadi tanda bahwa keseimbangan alam ini masih terjaga dan kita ingin setiap hari masih bisa mendengar suara burung berkicau,”ujarnya.<br /><br />Mantan ketua DPRD Sintang ini mengatakan menjaga kelestarian alam dan melestarikan fauna merupakan salah satu dari tujuan partainya untuk membuat perubahan ke arah yang lebih baik. <br /><br />Menurutnya harus diakui bahwa perubahan alam sehingga alam seperti tidak lagi bersahabat denga manusia yang ditandai dengan munculnya berbagai bencana alam diakibatkan oleh ulah manusia sendiri. <br />Oleh karena itu menurutnya harus ada perubahan paradigm dalam pengolahan dan pengambilan manfaat yang ada di alam. Termasuk terhadap keberlangsungan dan kelestarian satwanya<br /><br />“Jika kita mau dan mampu menjaga dan melestarikan ala mini, maka alam juga akan menjadi sahabat dan pelindung bagi manusia,”tegasnya.<br /><br />Terkait dengan kontes burung menurutnya ia berharap para pencinta burung ke depan tidak hanya bisa melakukan bisnis burung dengan cara menangkap dari alam. Namun bisa di ternakan. Apalagi menurutnya bisnis burung berkicau ini keuntunganya sangat menjanjikan. <br /><br />“Sebagai tanda bahwa kami ikut menjaga dan melestarikan alam, maka pada pembukaan kontes burung tadi kami melepaskan sekitar 12 ekor burung ke udara. Agar mereka bisa terbang bebas dan bisa berkembang biak di alam terbuka,”pungkasnya. <strong>(ek/das)</strong></p>