Korban Banjir Tabalong Mulai Mengungsi

oleh

Memasuki hari keempat, banjir di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan terus merendam sejumlah desa dan warga mulai mengungsi ke sejumlah sekolah serta masjid. <p style="text-align: justify;">Di Kecamatan Tanjung dan Murung, korban banjir mengungsi di sejumlah sekolah seperti SD Negeri 2 Tanjung dan rumah warga yang tidak terkena banjir, ucap Ketua RT 12 Tanjung Tengah, Sunari, Rabu.</p> <p style="text-align: justify;">"Sejak Selasa malam sebagian korban banjir menempati ruang sekolah karena banjir makin tinggi," jelas Sunari.</p> <p style="text-align: justify;">Hal serupa juga terjadi di Kecamatan Haruai, korban banjir di Desa Nawin dan Desa Halong terpaksa tinggal di masjid dan gedung serba guna.</p> <p style="text-align: justify;">Menurut Camat Haruai, Hamidi, tercatat empat desa yang terendam banjir yang cukup parah.</p> <p style="text-align: justify;">Masing-masing Desa Halong, Desa Nawin, Desa Bongkang dan Desa Mahe yang ketinggian airnya mencapai satu meter lebih.</p> <p style="text-align: justify;">"Selain mengungsi ke masjid, korban banjir juga menginap di gedung serba guna karena khawatir banjir makin tinggi," jelas Hamidi.</p> <p style="text-align: justify;">Sementara itu sejumlah sekolah yang menjadi korban banjir juga terpaksa diliburkan dan sejak Selasa kegiatan belajar mengajar dihentikan.</p> <p style="text-align: justify;">Diantaranya SD negeri 2 Belimbing, SD Negeri 1 Nawin, SD Negeri Bongkang dan Madrasah Tsanawiyah Raudatul Tanta.</p> <p style="text-align: justify;">"Anak-anak terpaksa kita liburkan dan sampai saat ini kegiatan belajar mengajar belum bisa dilaksanakan karena banjir masih merendam sekolah," jelas Noor, salah satu guru SD Negeri 3 Tanjung.</p> <p style="text-align: justify;">Pemantauan di sejumlah lokasi banjir, luapan Sungai Tabalong pun makin meluas hingga ke pusat kota Tanjung.</p> <p style="text-align: justify;">Selain pasar Tanjung, banjir juga merendam ruas jalan di simpang empat belimbing, sekitar masjid Shiratal Mustaqim Tanjung.</p> <p style="text-align: justify;">Termasuk ruas jalan tepian yang hampir 7 tahun lebih tak pernah terendam banjir, justru turut terendam.</p> <p style="text-align: justify;">"Banjir tahun ini mirip kejadian sekitar 2005 karena biasanya wilayah Tepian jarang terendam sekarang ikut terkena banjir bahkan puluhan rumah pun jadi korban," ujar Wahyu satu warga Tanjung.</p> <p style="text-align: justify;">Sejumlah posko dan bantuan bagi korban banjir pun terus mengalir, selain dari Dinas kesejahteraan sosial, sejumlah perusahaan seperti PT Adaro Indonesia, PT Pama Persada Nusantara pun turut memberikan bantuan bagi korban banjir.</p> <p style="text-align: justify;">"Korban banjir yang berada di sekitar wilayah operasional perusahaan seperti Desa Masukau, Desa Belimbing, Desa Belimbing Raya dan Desa Kapar telah kita berikan bantuan berupa bahan makanan," jelas Ruspandi, staf humas PT Pertamina EP wilayah VI Tanjung.<strong> (phs/Ant)</strong></p>