Korban DBD Di Kalsel Terus Berjatuhan

oleh
oleh

Korban Demam Berdarah Dengue (DBD) di Provinsi Kalimantan Selatan terus berjatuhan yang hingga kini sudah 14 korban jiwa dan 1.387 orang masuk rumah sakit. <p style="text-align: justify;">Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan Achmad Rusdiansjah dalam jumpa press di Banjarmasin, Selasa, mengungkapkan penemuan kasus DBD di bulan Januari ini terus mengalami peningkatan, bahkan intensitasnya meningkat dari tahun lalu di bulan yang sama.<br /><br />Dia mengungkapkan mulai bulan Januari hingga Februari ini korban DBD di 13 kabupaten/kota tercatat sebanyak 1.387 orang dengan korban meninggal sebanyak 14 orang dibanding tahun lalu hingga bulan yang sama tercatat sebanyak 1.189 orang dengan kematian sebanyak 15 orang.<br /><br />"Meski kasusnya terus meningkat dari tahun lalu ini, tapi belum dinyatakan ada daerah yang diberi status mengalami Kejadian Luar Biasa (KLB)," ucapnya.<br /><br />Sebab, kata dia, sesuai peraturan Menkes nomor 1501 tahun 2010 tentang jenis penyakit menular tertentu yang dapat menimbulkan wabah dan upaya penanggulangannya, dinyatakan status KLB bisa dinyatakan di sebuah daerah apabila terjadi tersebut berturut-turut hingga tiga tahun lamanya.<br /><br />"Sedangkan di provinsi kita ini tidak ada yang mengalami itu secara berturut-turut, hingga tidak bisa dinyatakan status KLB, meski ada korban jiwa hingga tiga orang, seperti di daerah Kotabaru," paparnya.<br /><br />Menurut Rudiansjah, sebaran kasus DBD tahun ini mengalami perbedaan, sebagaimana di daerah Barito Kuala (Batola) yang tahun lalu tidak ada, tahun ini ada satu korban jiwa, tapi Banjarmasin yang dulunya terus ada korban tahun ini aman.<br /><br />"Jadi kasus DBD di daerah ini agak bervariasi, sehingga himbawannya agar masyarakat bisa mendeteksi dini penyebaran virus ini, agar mendapatkan pertolongan yang cepat dari tim kesehatan," tutrurnya.<br /><br />Dia menegaskan semua RS di daerah ini harus memberikan penanganan prioritas bagi korban di DBD ini, yang artinya tidak ada penolakan bagi pasein DBD yang masuk rumah sakit meski ruangan penuh.<br /><br />"Jadi harap dimaklumi, kalau ruangan di rumah sakit itu penuh hingga pasein kelorong-lorong harus ditempatkan, yang penting dapat penanganan medis secepatnya dulu," ujarnya.<br /><br />Dia pun juga meminta tim juru pemantau jentik (Jumantik) agar terus intensif melakukan sosialisasi datang kelingkungan warga, memberikan bubuk abate, dan melaporkan kedinas kesehatan setempat apabila ada warga yang positif terjangkit, hingga secepatnya pula nyamuk diberantas baik melalui pogging.<br /><br />"Jadi kesadaran masyarakat yang penting sekarang ini, apabila ada anak yang mengalami panas, segera bawa ketempat kesehatan, sebab korban jiwa yang terjadi itu akibat keterlambatan penanganan kesehatan," tuturnya. (das/ant)<br /><br /> <br /></p>