Ketua GM FKPPI Kabupaten Sanggau, Ariayadi mengatakan bahwa korban NII rata-rata adalah generasi muda. Oleh sebab itu, pemerintah harus memperhatikan dan memberikan pencerahan kepada generasi muda dalam upaya menangkis berbagai paham atau idiologi yang kerap menyerang pemuda itu. <p style="text-align: justify;">Dicontohkannya, bahwa yang menjadi objek sasaran NII seperti yang diberitakan berbagai media adalah para mahasiswa yang nota bene generasi muda yang berasal dari berbagai daerah. Demikian dikatakan Ariyadi pada kalimantan-news saat ditemui Selasa,(10/05/2011).<br /><br />Selama ini, kepedulian Pemkab terhadap generasi muda khususnya di Sanggau sangat kurang. Hal itu bisa dilihat dari dukungan anggaran yang dialokasi Pemkab terhadap generasi muda yang masih jauh dari harapan. Sementara jumlah OKP di Sanggau yang berada dibawah naungan KNPI sangatlah tidak sebanding dengan jumlah anggaran yang disediakan.<br /><br />”Itu yang membuat kita merasa prihatin, dukungan terhadap generasi muda sangatlah kurang,”kata pria yang akrab disapa Adi itu. <br /><br />Padahal, lanjutnya dalam undang-undang secara tegas dan jelas memerintahkan Pemerintah Daerah memberikan bantuan dan dukungan sepenuhnya terhadap berbagai kegiatan kepemudaan, termasuklah pembinaannya.<br /><br />Masuknya berbagai paham seperti halnya NII,tentunya membuat Pemkab harus melakukan berbagai pembinaan terhadap generasi muda, sebab Pemkab punya tanggung jawab melakukan pembinaan terhadap generasi muda, tentunya dibantu berbagai elemen lainnya. <br /><br />Hal itu, menurutnya sangat penting dilakukan guna mencegah berbagai paham menyesatkan itu masuk dan mempengaruhi prilaku generasi muda kita.<br /><br />”Perhatian terhadap generasi muda kita saja lemah, apalagi mau mengadakan pembinaan,”tuturnya. <strong>(phs)</strong></p>














